Tunangan Jurnalis Khashoggi yang Dibunuh Tuntut Putra Mahkota Saudi Dihukum Secepatnya

  • Whatsapp
Tunangan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, yang dibunuh, Hatice Cengiz, (Foto: Haberturk)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, ISTANBUL – Tunangan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi yang dibunuh, Hatice Cengiz, menuntut Putra Mahkota Mohammed bin Salman agar dihukum. Tuntutan itu dilayangkannya setelah laporan intelijen AS menenemukan data bahwa Putra Mahkota turut menyetujui pembunuhan tersebut, pada Senin, 1 Maret 2021.

Sebagai informasi, Khashoggi, yang merupakan kolumnis untuk Washington Post telah mengkritik kebijakan Saudi dibunuh dan dipotong-potong oleh tim yang terkait dengan putra mahkota di konsulat Saudi di Istanbul.

Read More

Dilansir dari Reuters, Sebuah laporan intelijen AS pada hari Jumat menemukan pangeran telah menyetujui pembunuhan itu, dan Washington menjatuhkan sanksi pada beberapa dari mereka yang terlibat – tetapi tidak pada Pangeran Mohammed sendiri.

Namun, Pemerintah Saudi membantah laporan tersebut, dan menampik keterlibatan putra mahkota.

“Sangat penting bahwa putra mahkota … harus dihukum tanpa penundaan,” kata Hatice Cengiz, di akun Twitter pribadinya @mercan_resifi.

“Jika putra mahkota tidak dihukum, itu akan selamanya menandakan bahwa pelaku utama bisa lolos dari pembunuhan yang akan membahayakan kita semua dan menjadi noda pada kemanusiaan kita.” tulisnya.


Pemerintahan Presiden AS, Joe Biden, pada hari Jumat lalu, 26 Februari 2021 telah memberlakukan larangan visa pada beberapa orang Saudi yang diyakini terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, dan memberikan sanksi pada orang lain yang akan membekukan aset AS mereka dan umumnya melarang orang Amerika untuk berurusan dengan mereka.

Ditanya soal kritik terhadap Washington karena tidak memberikan sanksi kepada Pangeran Mohammed secara langsung, Biden mengatakan, pengumuman akan dibuat pada hari Senin, tetapi tidak memberikan perincian, sementara seorang pejabat Gedung Putih menyarankan tidak ada langkah baru yang diharapkan.

“Dimulai dengan pemerintahan Biden, penting bagi semua pemimpin dunia untuk bertanya pada diri sendiri apakah mereka siap berjabat tangan dengan orang yang terbukti bersalah sebagai pembunuh,” kata Cengiz. (*)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *