Kemensos RI Setop Santunan Pasien COVID-19 yang Meninggal, Begini Alasan Risma

  • Whatsapp
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Foto: Detik.com)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) setop santunan untuk pasien COVID-19 yang meninggal dunia. Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) menyebutkan alasan kenapa kebijakan itu dikeluarkan.

Menurut Risma, kesalahan sudah terjadi sejak sebelum ia menjabat sebagai Mensos. Waktu itu, lanjutnya, surat edaran (SE) terkait santunan untuk pasien COVID-19 yang meninggal dunia sebesar Rp15 juta per orang dikeluarkan oleh Pelaksana Tugas Direktur pada Juni 2020.

Read More

“Sebetulnya itu nggak boleh, sudah melampaui kewenangan dari direktur,” katanya di Surabaya, dikutip dari Viva.co.id, pada Senin, 1 Maret 2020.

Kekeliruan lainnya, kata Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, tidak adanya hitungan secara pasti berapa jumlah korban yang harus disantuni dan berapa kesanggupan anggaran untuk kepentingan itu.

Ternyata, Lanjutnya, anggaran di Kemensos untuk memberesi semua santunan yang sudah diajukan kurang. Itu untuk tahun 2020 saja.

“Pertama, ada kesalahan administrasi,” katanya.

Begitu Risma diangkat sebagai Mensos, ada banyak pengajuan santunan yang masuk di tahun 2021.

“Terus saya Tanya, ‘bu nggak ada uangnya’. Ada kalau nggak salah (anggaran hanya) untuk sekitar berapa ratus orang. Saya ngomong, ‘loh ini, kan, nggak mungkin’ terus waktu itu diminta mengajukan, padahal kita sendiri anggaran di kementerian, seluruh kementerian, itu dipotong. Terus dapat dari mana uangnya,” kata Risma.

Risma mengaku tidak mungkin mengada-adakan santunan jika anggarannya tidak ada. Dirinya juga tidak mungkin mencari-carikan anggaran di luar kewenangan dan yang sudah ditentukan di Kemensos.

“Jadi enggak mungkin, saya mengada-ngadakan juga dari mana,” ucapnya.

Sebelumnya, ribuan ahli waris pasien COVID-19 terpaksa harus gigit jari karena santunan Rp15 juta yang dijanjikan pemerintah, dalam hal ini Kemensos, batal dicairkan. Di Jawa Timur saja, terdapat 1.480 berkas santunan yang diajukan maupun akan diajukan dan batal. Dari jumlah itu, baru sebanyak 76 berkas yang sudah cair.

Sisanya, 673 santunan untuk ahli waris belum cair dan 731 berkas masih di Dinas Sosial Jatim dan belum dikirim ke Kemensos.

“Baru cair sekali itu (santunan untuk 76 ahli waris), setelah itu tidak ada lagi,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, M Alwi, beberapa waktu lalu. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *