Menkes Pastikan Vaksin COVID-19 Gotong Royong untuk Karyawan dan Keluarganya Harus Gratis

  • Whatsapp
Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin (Foto: Sufri Yuliardi via WartaEkonomi)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan biaya vaksin gotong royong untuk karyawan sepenuhnya menjadi beban perusahaan. Vaksin Covid-19 tersebut bakal diberikan secara gratis untuk karyawan.

Perihal tersebut dijelaskannya dalam siaran di kanal Youtube Kementerian Kesehatan dalam sambutan kegiatan Vaksinasi bagi Petugas Sektor Pariwisata, dan Transportasi serta Peluncuran Grab Vaccine Center di Bali, pada Minggu 28 Februari 2021.

Read More

“Vaksinasi COVID-19 bagi seluruh rakyat Indonesia prinsipnya harus gratis. Jadi tetap yang namanya Vaksin Gotong Royong, sumbernya adalah perusahaan-perusahaan, mereka mencarikan vaksinnya, harus gratis untuk seluruh karyawan, karyawati, dan keluarganya,” ucap Budi Gunadi.

Budi menyebutkan, Vaksin gotong royong sendiri telah diatur dalam Pasal 7 ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Menurutnya, jenis Vaksin COVID-19 untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong juga harus berbeda dengan jenis vaksin COVID-19 yang digunakan untuk vaksinasi program pemerintah, agar tidak mengganggu jalur distribusi vaksin nasional.

“Jenis vaksin COVID-19 yang nantinya digunakan untuk vaksinasi COVID-19 harus telah mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization), atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari BPOM sesuai peraturan perundang-perundangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menkes juga telah menetapkan jenis vaksin COVID-19 melalui Kepmenkes HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.
Kini, terdapat empat jenis vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavac.

“Mereknya tidak boleh sama supaya tidak terjadi saingan rebutan suplai. Jadi dipastikan suplainya adalah tambahan dari sumber-sumber produsen vaksin di seluruh dunia di luar empat yang pemerintah sudah dapat,” tuturnya.

Menkes berharap, vaksin gotong royong akan mempercepat proses vaksinasi dan memperpendek target penyelesaian vaksinasi untuk lebih dari 181 juta penduduk Indonesia yang semula ditetapkan 15 bulan menjadi 12 bulan.

Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa kolaborasi dan inovasi dari pihak pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat bisa mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Salah satu inovasi tersebut, kata Budi, adalah vaksinasi COVID-19 drive thru di Nusa Dua, Bali.

“Semakin banyak yang berpartisipasi, besar kemungkinannya untuk kita mencapai herd immunity. Modal sosial di Indonesia besar sekali. Kali ini, perang melawan pandemi, bisa kita hadapi bersama,” tuturnya. (kia/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *