Sempat Ditahan Polisi, Dua Mobil Sarat Logistik dari Pengungsian Cimanggung Melaju ke Arah Sumedang, Ada Apa?

  • Whatsapp
Mobil milik BPBD Sumedang dan Satpol PP Sumedang yang mengangkut logsitik milik korban longsor Cimanggung dihentikan dan ditahan polisi. Kedua mobil ini terlihat menjauh dari lokasi bencana dengan sarat muatan itu. (Kiki Andriana/Notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Aparat Kepolisian Sektor Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, mengamankan dua unit mobil berisi logistik bantuan sosial untuk korban bencana longsor di Dusun Bojong Kondang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis 28 Januari 2021.

Kedua kendaraan milik Pemerintah Kabupaten itu adalah satu unit dump truk milik Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sumedang diamankan di Pamulihan, dan satu unit pick up milik BPBD Sumedang tersebut diamankan saat melintas Mapolsek Cimanggung.

Read More

Kapolsek Cimanggung, Kompol Herdis Suhardiman membenarkan adanya 2 unit mobil yang diamankan.

“Benar, mobil Sat Pol PP pengangkut sembako itu diamankan di wilayah Pamulihan, dan mobil BPBD diamankan saat melintas di Mapolsek Cimanggung,” ucap Herdis Suhardiman ditemui Notif di Mapolsek Cimanggung.

Pamulihan berjarak sekitar 10 Kilometer ke arah kota Sumedang dari lokasi pengungsian SBG. Sementara jarak antara SBG dengan pusat penyimpanan logistik di SMAN Cimanggung tak akan memakan waktu tempuh 10 menit dengan mobil.

Kapolsek mengatakan, dua unit mobil yang mengangkut logistik tersebut melaju dari kamp pengungsian perumahan SBG.

Namun, ujar Kapolsek, saat ditanya oleh petugas, pengemudi kendaraan tidak memberikan kejelasan akan dibawa kemana barang tersebut.

Menurut Kapolsek, saat ditanya oleh petugas, pengemudi malah tidak menghiraukan petugas.

“Kedua mobil pengangkut logistik tersebut terpaksa dihentikan dan diamankan ke Mapolsek Cimanggung,” kata Kapolsek.

Setelah diselidiki, kedua mobil tersebut melaju ke arah wilayah Sumedang.

“Sewaktu dikonfirmasi, katanya logistik tersebut akan digudangkan di Kantor BPBD Kabupaten Sumedang,” katanya.

Namun, sepengetahuan Herdis ketika mengikuti rapat koordinasi pada Minggu 24 Januari 2021 dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, keputusan rapat bahwa logistik dipusatkan di SMA Negeri Cimanggung yang nantinya akan diurus oleh seksi logistik dari Pemkab Sumedang.

“Kedua mobil pembawa logistik tersebut sudah kami serahkan kembali kepada bagian logistik Kabupaten Sumedang untuk digudangkan kembali di SMA Negeri Cimanggung,” tuturnya.

Pantauan Notif, barang berupa logostik yang diangkut dua mobil tadi sudah disimpan kembali di SMA Cimanggung dan digaris polisi.

Nasam, Asisten Pembangunan Kabupaten Sumedang sekaligus Sekretaris Penangan Darurat Bencana Longsor Cimanggung mengatakan kejadian dua mobil pengangkut logistik diberhentikan hanyalah kesalahan komunikasi.

Menurutnya, pihaknya sudah mengambil kebijakan bahwa kamp pengungsian SBG akan dikosongkan.

“Besok, kamp pengungsian SBG akan dikosongkan, kemudian seluruh logistik yang ada pengungsian SBG akan digeser ke SMA Negeri Cimanggung,” katanya.

Ada 3 ruangan di SMA Negeri Cimanggung yang dipakai untuk penyimpanan logistik dan satu ruangan lagi disiapkan untuk menampung logistik dari SBG itu. (kia/mrb)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *