Surat Edaran PNS Dilarang Terlibat FPI, Perhatikan Tujuh Kriteria Ini

  • Whatsapp
ASN. (Foto: net)
Perkiraan waktu baca: < 1 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Pemerintah melarang pegawai negeri sipil (PNS) terlibat organisasi terlarang.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo dan Badan Kepegawaian Nasional menerbitkan surat edaran bersama larangan itu.

Read More

Surat edaran itu bernomor: 02/2021 dan No. 2/SE/I/2021 yang dikeluarkan 25 Januari 2021.

Di antara organisasi yang terlarang adalah Front Pembela Islam (FPI). Larangan untuk PNS itu pun menyusul Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut, serta Penghentian Kegiatan FPI yang diterbitkan pada 30 Desember 2020 lalu.

“SE Bersama ini ditujukan bagi ASN agar tetap menjunjung tinggi nilai dasar untuk wajib setia pada Pancasila, UUD 1945, pemerintahan yang sah serta menjaga fungsi ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” bunyi SE Bersama tersebut, dikutip dari Tempo.co, Kamis 28 Janauri 2021.

Dalam SE Bersama disebutkan organisasi terlarang dan ormas yang telah dicabut status badan hukumnya, yaitu: Partai Komunis Indonesia (PKI), Jamaah Islamiyah, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Front Pembela Islam.

Selanjutnya, dalam SE tersebut terdapat ketentuan mengenai langkah-langkah pelarangan, pencegahan, penindakan, serta dasar hukum penjatuhan hukuman disiplin bagi ASN yang terlibat.

Langkah pelarangan PNS terlibat organisasi terlarang seperti FPI ini mencakup tujuh hal.

Ketujuh hal itu yakni, menjadi anggota atau memiliki pertalian, memberikan dukungan langsung dan tidak langsung, menjadi simpatisan, terlibat dalam kegiatan, menggunakan simbol serta atribut organisasi, menggunakan berbagai media untuk menyatakan keterlibatan dan penggunaan simbol dan atribut, serta melakukan tindakan lain yang terkait dengan organisasi terlarang dan ormas yang dicabut badan hukumnya. (kia/mrb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *