Didemo Sampai Penyegelan, Perum Griya Sampurna Siap Realisasikan Tuntutan Warga

  • Whatsapp
Audiensi warga perumahan Griya Sampurna dengan pihak pengembang perumahan tersebut, di Sukadana, Senin 25 Januari 2021. Kiki Andriana/Notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

CIMANGGUNG, NOTIF.ID  – Warga akhirnya bisa bertemu dengan pemngembang Perumahan Griya Sampurna, Senin 25 Januari 2021. Kemarin, warga menyegel kantor pemasaran perumahan tersebut di Dusun Cipareuag, Sukadana, Cimanggung, Sumedang.

Dalam aksi kemarin, warga menuntut tanggung jawab pengembang dalam memberikan rasa aman dari bencana. Sebab, anasir bencana seperti drainase buruk dan retakan tanah sudah nampak di perumahan berlereng terjal itu.

Read More

Massa juga menuntut pihak pengembang perumahan PT Kresna Eka Karya Nugraha untuk segera membangun Tembok Penahan Tanah (TPT), serta melakukan penghijauan.

Tuntutan warga pun akhirnya dimediasi oleh Pemerintahan Desa Sukadana, Desa Sawahdadap, Desa Cikahuripan, Apersi, dan pemerintah Kecamatan Cimanggung yang berlangsung di aula Desa Sukadana.

Direktur Utama PT Kresna Eka Karya Nugraha, Cahya Muhammad Nuh mengatakan sebagai pengembang, pihaknya memiliki prioritas jangka pendek dan jangka panjang.

Pengembang mengeluhkan masa pandemi Covid-19 ini menghambat pembangunan perumahan. Namun apa yang menjadi tuntutan warga atas kehawatiran terjadi bencana seperti yang terjadi di perumahan lain akan ditanggulangi.

Cahya mengatakan, dalam jangka pendek pihaknya segera melakukan penghijauan dan pembenahan drainase sesuai tuntutan warga.

Sedangkan pembangunan TPT akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Perumahan Griya Sampurna memiliki tagline Hunian Sakinah Mawaddah. Lokasi perumahan ini tidak jauh dari lokasi bencana longsor Cimanggung. Bahkan di bagian atas perbukitan yang beralih fungsi jadi perumahan ini, antara Griya Sampurna, Perumahan Kampugn Geulis, dan Perumahan Parakan Muncang yang dikelola SBG, nyaris terhubung.

“Pihak perumahan memohon maaf jika para penghuni perumahan belum merasa nyaman melihat kondisi seperti ini. Pengembang adalah manusia biasa yang masih banyak kekurangan dan kami terus melakukan pembenahan,” katanya.

Sekretaris DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jabar, H. Abun Yamin Syam, SE yang hadir saat mediasi mengatakan apa yang menjadi tuntutan warga perumahan Griya Sampurna harus diperhatikan pengembang, selama itu sesuai aturan.

“Kami pantau terus semua anggota Apersi termasuk PT KEN dalam hal ini pengembang perumahan Griya Sampurna. Hasil pantauan kami tidak menyalahi peraturan yang ada. Pada intinya untuk pengembang perumahan Griya Sempurna telah mengikuti aturan yang berlaku,” katanya.

Selanjutnya, Apersi terus memantau perkembangan dan pelaksanaan dari pihak pengembang perumahan atas tuntutan warga perumahan itu sendiri.

“Terutama antisipasi jangka pendek yang saat ini menjadi tuntutan dan kehawatiran penghuni perum Griya Sampurna terutama penghijauan, pembenahan drainase, dan TPT,” katanya. (kia/mrb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *