Politisi Nasdem Minta Pemerintah Berikan Insentif Kepada Perusahaan yang Gelar Vaksinasi Mandiri

  • Whatsapp
Anggota DPR RI Partai Nasdem, Muhammad Farhan. (foto : ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Anggota DPR RI , Muhammad Farhan meminta kepada para pengusaha untuk mempercepat penyelenggaraan vaksinasi secara mandiri sebagai bentuk proaktif terhadap upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Politisi Partai Nasional Demokrat ini menyebutkan, warga negara Indonesia (WNI) yang mampu secara ekonomi dan masuk ke dalam kelompok yang bisa di vaksinasi seharusnya segera melaksanakan tanpa menunggu giliran.

Read More

Menurut dia, vaksinasi merupakan upaya terbaik untuk memutus pandemi Covid-19.

“Hal ini bisa menjembatani pemulihan di sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Vaksinasi Covid-19 adalah usaha bersama seluruh bangsa untuk memutuskan rantai penularannya yang membawa kita pada resesi menyeluruh,” ucap Farhan di Bandung, Sabtu 23 Januari 2021.

Selain itu Farhan menuturkan, Presiden Jokowi dan DPR satu suara untuk distribusi vaksin bagi perusahaan hingga diterima karyawan gratis.

“Pemerintah dan DPR RI sudah sepakat dan satu tekad untuk memastikan bahwa vaksin ini diberikan secara cuma-cuma pada semua WNI. Ini adalah wujud kehadiran negara bagi warganya,” tutur politisi Partai NasDem ini.

Meski begitu, Farhan mengatakan,
peran perusahaan di Indonesia sangat membantu dalam upaya mempercepat dan meminimalisir hambatan distribusi vaksin dengan cara melakukan vaksinasi bagi karyawannya.

Menurut Farhan, memberikan vaksin secara merata memang tidak mudah, ada pekerjaan besar yang menyertai tekad ini.

“Upaya ini tentu memberi beban yang tidak ringan juga bagi negara, baik secara anggaran maupun operasional. Bayangkan bagaimana caranya vaksinasi 70 persen populasi Indonesia secara cepat, ” ujarnya.

Lebih lanjut Farhan menekankan kepada para pengusaha untuk membuat skema vaksinasi yang memudahkan karyawan.

“Di bawah pengawasan BPOM dan Kemenkes untuk memastikan bahwa jenis vaksin dan protokol vaksinasinya mengutamakan kepentingan dan keselamatan bagi WNI,” tutur dia.

Farhan menambahkan, vksinasi secara mandiri membantu percepatan vaksinasi nasional yang mencapai 70 persen populasi dan mengurangi beban negara.

” Inilah saatnya kita menunjukan peran aktif sebagai WNI dalam memutus rantai penularan Covid-19,” katanya.

Kendati demikian, Farhan mengatakan, Pemerintah juga harus memberikan insentif kepada perusahaan yang menyelenggarakan vaksinasi mandiri.

“Kewajibannya adalah vaksinasi, skema mandiri atau menunggu jadwal dari pemerintah adalah pilihan. Tapi sebaiknya ada insentif jika ada perusahaan yang terapkan infeksi mandiri,” ujar Farhan. (boy/tam)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *