SADIS, Ditusuk dan Kepala Dipopor Air Soft Gun, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pebunuhan di Dekat Lokasi Longsor Cimanggung

  • Whatsapp
Polres Sumedang memamerkan pelaku kejahatan kepada wartawan di Sumedang, Selasa 19 Januari 2021. (Kiki Andriana/Notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

SUMEDANG, NOTIF .ID – Kepolisian Resor Sumedang menetapkan empat orang sebagai tersangka terbunuhnya Karta Gunawan, pria asal Cileunyi, Kabupaten Bandung yang meregang nyawa di Cimanggung, Sumedang.

Ketika maut merenggut, Karta sedang menggalang dana untuk korban longsor Cimanggung.

Read More

Keempat tersangka itu yakni AR alias Tile, DS alias Komeng, N Alias Ute, dan W alias Black. Namun, untuk tersangka W, hingga saat masih diburu polisi dan sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Saya sampaikan, untuk tersangka W alias Black segera menyerahkan diri,” ujar Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat gelar perkara di Mapolres Sumedang, Selasa 19 Januari 2021.

Jika W tidak segera meyerahkan diri, Kepolisian akan bertindak tegas. Apalagi, identitas diri berikut alamat tempat tinggalnya sudah dikantongi polisi.

“Alamat terakhir di Gang Kujang, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung dan umurnya 25 tahun,” kata Kapolres.

Tersangka W alias Black ini, kata Eko, merupakan pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia setelah melakukan penusukan kepada korban di Jalan Raya Cimanggung, Dusun Manabaya, RT 4/7, Desa Sindangpakuwon, Kecamatan Cimanggung.

Penusukan dilakukan W pada hari Jumat, 15 Januari 2021.

“Tersangka W alias Black menusuk dada korban sebelah kiri menggunakan pisau hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.

Tersangka AR, kata Eko, memukul korban di bagian kepala dengan menggunakan airsoft gun sebanyak 3 kali, DS dan N memukul dengan tangan satu kali.

“Ketiga tersangka ini sudah mendekam di ruang tahanan Mapolres Sumedang,” katanya.

Kejadian bermula saat satu kelompok geng motor melakukan aksi galang dana untuk para korban longsor di jalan raya, tepatnya di sekitar Pasar Cimanggung.

“Kemudian lewat kelompok geng motor yang lain dan tidak dipahami terjadi senggolan,” ujarnya seraya menyebutkan terjadi keributan antar geng itu. (kia/mrb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *