Cekcok Ormas Hercules dengan Wakapolres Sumedang di Lokasi Bencana Cimanggung, Begini yang Terjadi

  • Whatsapp
Cekcok antara Waka Polres Sumedang, Kompol Rita Suwadi dan Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) yang diketuai Hercules Rozario Marcal di lokasi Posko Gabungan Penanganan Bencana Longsor Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis 15 Januari siang. (Kiki Andriana/Notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SUMEDANG – Cekcok terjadi antara, Wakapolres Sumedang, Kompol Rita Suwadi dan Ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules Rozario Marcal di lokasi Posko Gabungan Penanganan Bencana Longsor Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis 15 Januari siang.

Ketika itu, Hercules Raziorio datang bertepatan dengan kunjungan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Read More

Berdasarkan pantauan Notif di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, Hercules datang bersama sejumlah anggotanya di Posko Gabungan penanganan bencana longsor Cimanggung yang berlokasi di SMA Negeri 1 Cimanggung untuk memberikan bantuan untuk korban bencana longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Setelah memberikan bantuan, Hercules bersama anggotanya pun bergegas pulang dan berjalan kaki menuju mobil.

Namun, di tengah perjalanan, Hercules diperingatkan oleh Kompol Rita Suwadi untuk tidak berkerumum dan tidak mendekati ke area bencana longsor.

“Saya memberikan bantuan, memakai uang pribadi saya, Saya orang Jawa Barat,” ucap Hercules saat meneriaki Rita Suwadi.

“Ibu jangan cari pangung, Ibu jang cari panggung, kami anak bangsa, kami memiliki hak yang sama,” kata salah satu anggota GRIB lainnya kepada Rita Suwadi.

Sementara itu, Wakapolres Sumedang, Kompol Rita Suwadi sekaligus Wakil Komandan Incident Crisis menuturkan, pembubaran massa Ormas GRIB yang berjumlah sekitar 200 orang itu hendak memberikan bantuan kepada korban longsor, dan memaksa ingin masuk ke posko gabungan bencana. Namun, kata dia, kedatangan mereka bertepatan dengan kunjungan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Menurutnya, tindakan tegas tersebut dilakukan karena Kabupaten Sumedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11 hingga 25 Januari 2021. Sehingga, lanjut Rita, pelanggaran protokol kesehatan harus ditindak tegas termasuk kerumunan karena sangat rawan penyebaran covid-19.

“Tindakan tegas ini diambil untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” tutur Rita Suwadi di lokasi.

Selain itu, kata Wakapolres, di lokasi bencana, kendaraan maupun personil yang boleh beroperasi di jalur area longsor adalah yang tergabung dalam Satgas penanganan bencana.

“Hal ini untuk keselamatan kita bersama. Terlebih kondisi lokasi bencana tamah longsor masih rawan terjadi longsor susulan dan tidak menghalangi Satgas yang sedang melakukan evakuasi korban,” ucapnya.

Sebelumnya, kata Rita, pihaknya sudah memberikan informasi kepada mereka bahwa untuk semua bantuan sosial diterima di Kantor Kecamatan Cimanggung secara terpusat untuk didata kemudian diangkut oleh kendaraan logistik ke Posko gabungan penanganan bencana longsor Cimanggung. Tetapi, ucap Rita, mereka tidak menerima informasi itu.

“Saat diberikan informasi, mereka malah mengancam mau dilaporkan ke Presiden Joko Widodo, ke Kapolri, dan ke Kapolda Jabar,” tuturnya.

Ditambahkan Rita, pihaknya mengimbau kepada pihak yang hendak memberikan bantuan sosial untuk korban bencana longsor Cimanggung, agar disampaikan di Kantor Kecamatan Cimanggung.

“Ini merupakan kebijakan yang sudah ditetapkan guna kelancaran dan keamanan,” tutur Rita Suwadi. (kia/mrb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *