Terekam CCTV, Pelaku Curas Minimarket di Kabupaten Bandung Berhasil Dicokok Polisi

  • Whatsapp
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menunjukkan sejumlah barang bukti aksi curas di minimarket dari tersangka yang berhasil diamankan polisi, Senin 11 Januari 2021.(notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dengan sasaran mini market kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Bandung. Kali ini mini market yang berada di Kecamatan Ciparay dan Paseh menjadi sasaran dua orang perampok bersenjata tajam yang berhasil dicokok Polisi.

Kapolresrta Bandung, Kombespol Hendra Kurniawan mengatakan, aksi curas yang menyasar dua mini market itu, terjadi pada 2 Januari lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Kedua pelaku sengaja memasuki mini market yang memang hendak tutup.

Read More

Kemudian, mereka mengancam pegawai mini market dengan senjata tajam dan memaksanya untuk menunjukan dan membuka brankas penyimpanan uang.

“Mereka sengaja berkeliling mengincar mini market yang hendak tutup dan sepi. Kedua pelaku yang sengaja pakai helm dan sweeter hoody itu masuk, kemudian mengancam pegawai mini market dengan senjata tajam. Setelah mengambil uang dari brankas keduanya kabur,” kata Hendra di Mapolresta Bandung di Soreang, Senin 11 Januari 2021.

Setelah melakukan aksinya di mini market di Kecamatan Ciparay, ujar hendra, keduanya melakukan kejahatan yang sama di salah satu mini market yang ada di Kecamatan Paseh. Dari kedua mini market tersebut, keduanya berhasil menggondol uang sebesar kurang lebih Rp37 juta.

“Aksi mereka ini terekam dalam kamera pengintai (CCTV). Dengan bantuan rekaman CCTV ini kami berhasil membekuk satu dari dua orang pelaku curas tersebut. Pelaku yang tercatat sebagai warga Kabupaten Garut itu ditangkap di rumahnya, sedangkan satu orang lagi masih dalam pengejaran petugas,” ujarnya.

Hendra melanjutkan, karena perbuatannya ini, pelaku yang berinisial DKA ini dapat dijatuhi hukuman maksimal 12 tahun penjara. Karena melanggar pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan kekeraran.

“Saya juga imbau kepada masyarakat, khususnya para pemilik atau pengelola mini market agar meningkatkan sistem keamanannya. Terutama saat akan tutup toko, paling tidak menambah jumlah pegawai saat mau tutup, kemudian CCTV juga penting untuk mempermudah penyelidikan jika terjadi kasus serupa,” katanya.

Salah seorang pegawai mini market yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, saat kejadian mini market tersebut hendak tutup. Sehingga, rolling door sengaja ditutup setengah. Tiba tiba dari luar datang duan orang dan menodongkan senjata tajam kearahnya. Kedua pelaku ini memaksa ia dan temannya untuk menunjukan dan membuka brankas penyimpanan uang.

“Saya lagi di kasir sedangkan temannya sedang beres beres. Ada yang masuk dan mengancam kami dengan golok, uang yang diambil dari sini kurang lebih sebesar Rp 30 juta, uang itu hasil penjualan hari ini,” katanya.

Seperti diketahui, aksi curas dengan sasaran mini market ini sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Rancaekek. Kedua tersangka berinisial YH (21) dan DD (20) ini diciduk polisi setelah viral video rekaman CCTV di media sosial. Dalam video tersebut menunjukkan aksi perampokan keduanya pada Kamis 31 Desember 2020 sekitar pukul 22.10 WIB. Keduanya berhasil diciduk Satreskrim Polresta Bandung, dan kini meringkuk di sel tahanan untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya.(put/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *