Gerindra Dukung Sikap Tegas Jokowi, Rahayu Saraswati: Indonesia Tak Butuh Pihak Pemecah Belah Bangsa

  • Whatsapp
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Foto: Instagram/@rahayusaraswati)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan, bahwa dirinya mendukung kebijakan yang diambil pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah bersikap tegas terhadap kelompok intoleran yang membahayakan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kebijakan tersebut untuk menjaga persatuan Indonesia. Hal ini bukan soal siapa yang berkuasa, tapi keutuhan bangsa,” ucap Rahayu Saraswati dalam keterangan tertulis, pada Sabtu, 2 Januari 2021 seperti dilansir dari Tempo.co.

Read More

Ia menyebutkan, untuk bangkit dari permasalahan 2020, Indonesia tidak memerlukan pihak-pihak yang memecah belah bangsa.

Selain itu, kata dia, di awal tahun 2021 ini Gerindra menegaskan tetap berpegang teguh pada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita tidak membutuhkan pihak-pihak yang memecah belah, tapi saatnya menjaga persatuan bangsa,” tuturnya.

Ditambahkan Rahayu Saraswati, Gerindra pun menyambut 2021 dengan penuh optimisme.

Dirinya mengatakan, partai Gerindra berharap tahun ini menjadi tahun penyembuhan dan kebangkitan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

Kendati demikian, ia mengajak semua pihak untuk mendukung program pemulihan kesehatan melalui vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

“Mari kita wujudkan 2021 sebagai tahun penyembuhan melalui program vaksinasi dari pemerintah,” ucap dia.

Namun begitu, ia tak merinci siapa kelompok intoleran yang dia maksud. Namun, kata dia, pemerintah telarh resmi melarang aktivitas organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) sesuai Surat Keputusan Bersama enam menteri dan kepala lembaga, pemerintah menyebut FPI secara de jure telah bubar lantaran tak memperpanjang Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

“Menurut pemerintah, FPI masih terus melakukan kegiatan yang mengganggu ketentraman, ketertiban umum, dan melanggar hukum. Ormas ini di antaranya tercatat beberapa kali melakukan sweeping dan provokasi kebencian,” ujarnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *