Peneliti Sebut Formulasi Curcumin Dapat Menangkal Virus Corona? Ini Alasannya

Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga, Chaerul Anwar Nidom. (Foto: arya020595 via Unair.ac.id)

NOTIF.ID, HEALTH – Ramai diviralkan di medsos, sebuah artikel “Seorang Peneliti Surabaya Temukan Penangkal Virus Corona” yang dituturkan Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga, Chaerul Anwar Nidom menjelaskan, bagaimana cara kerja temuannya dapat menangkal situasi wabah virus corona COVID-19 yang merebak saat ini.

Dituliskan, cara menangkal virus corona ialah dengan menangkal badai sitokin yang tak lain merupakan sebuah proses biologis dalam paru-paru karena adanya infeksi dari virus Corona.

“Untuk menangkal badai sitokin terdapat pada: curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar,” tulis artikel tersebut.

Nidom juga menuliskan, bila jamu-jamuan herbal tersebut sudah biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Maka, dapat dipahami bila virus Corona belum menyebar di Indonesia.

“Bisa jadi karena masyarakat Indonesia terbiasa minum jamu atau bisa juga karena virus itu tidak sesuai dengan kondisi tubuh masyarakat Indonesia,” tulisnya.

Nidom mengaku dirinya kompeten dan berpengalaman menghadapi wabah virus flu burung pada 2005 lalu. Dirinya menyarankan masyarakat agar tidak menunggu obat-obatan yang dikeluarkan industri farmasi.

“Konsumsilah apa yang biasa dilakukan. Kami sudah pernah mempunyai pengalaman-pengalaman yang lalu. Jadi produk-produk di daerah, tumbuhan-tumbuhan di Indonesia sudah cukup mampu menangkal (virus corona). kata Nidom dalam artikel tersebut.

Sang profesor yang juga merupakan Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin di Laboratorium Profesor Nidom Foundation menegaskan, tidak ada yang keliru mengenai artikel yang dibuatnya itu. Dirinya menerangkan bahwa riset praklinis dengan curcumin, dilakukannya untuk mengkal virus Corona penyebab flu burung atau yang lebih dikenal sebagai virus H5N1.

“Yang agak lewat dari berita tersebut, formulasi curcumin, langsung dihubungkan dengan COVID-19, padahal virusnya saat itu belum ada,” katanya.

Namun, Nidom tetap mengimbau masyarakat agar tak perlu khawatir dengan wabah virus Corona yang sekarang terjadi. Asalkan, masyarakat tetap membiasakan diri untuk minum jamu dan masak makanan dengan bumbu lengkap tetap diteruskan.

Alasannya, karena formulasi Curcumin, seperti juga juga teh putih dan cokelat yang pahit dapat terbukti efektif menangkal virus flu burung yang, menurutnya, Keganasannya melebihi virus COVID-19 saat ini. (*)

Sumber: Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here