Kampanye Militer di Suriah, Sebabkan Eksodus 800.000 Warganya ke Perbatasan Turki

Anak-anak terlantar di tenda di sebuah kamp sementara di Azaz, Suriah, pada Kamis, 13 Februari 2020. (Foto: Khalil Ashawi via REUTERS)

NOTIF.ID, INTERNASIONAL – Lebih dari 800.000 warga Suriah, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah melarikan diri dari rumah mereka selama kampanye militer Suriah-yang didukung Rusia-untuk membersihkan oposisi di Suriah barat laut , sejak 1 Desember 2019.

Eksodus besar-besaran diperkirakan akan terus berlanjut, dengan ribuan orang dari seluruh kota berkelompok melarikan diri ke perbatasan Turki.

“Tragisnya, jumlah orang yang dipindahkan – sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak – kini telah melampaui 800.000,” kata juru bicara senior AS, David Swanson , pada Kamis, 13 Februari 2020.

Sebelumnya, Jet Rusia dan artileri Suriah telah menghantam kota-kota dan desa-desa sejak awal Desember tahun 2019 lalu dalam serangan yang didukung oleh milisi pro-Iran, yang bertujuan untuk membersihkan oposisi.

“ribuan penduduk melarikan diri dengan menggunakan truk terbuka atau berjalan kaki pada malam hari yang bersuhu dingin untuk menghindari deteksi, “katanya.

Para pejabat AS mengatakan wilayah itu berada di ambang bencana kemanusiaan. Mereka yang sedang dalam pelarian di Idlib dan provinsi Aleppo yang berdampingan, bergabung dengan hampir 400.000 orang yang melarikan diri dari pertempuran sebelumnya ke kamp di dekat perbatasan Turki.

Menurut PBB, dilaporkan serangan terbaru telah membawa kampanye militer lebih dekat ke Idlib utara yang berpenduduk padat di sepanjang perbatasan, di mana hampir 3 juta orang terjebak. (*)

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here