Belasan Konsumen Rumah Bersubsidi di Ciwidey Merasa Ditipu oleh Pengembang

Pembangunan perumahan Villa Ciwidey Asri di Kampung Sukajadi Desa Panyocokan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.(ist)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – PT Rumah Kita Persada, pengembang perumahan Villa Ciwidey Asri di Kampung Sukajadi Desa Panyocokan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung diduga telah melakukan penipuan terhadap konsumennya. Pasalnya, sejumlah konsumen mengaku tidak juga mendapat rumah setelah membayar sejumlah uang sejak 2018 lalu.

Salah seorang pemohon yang berinisial Ii mengatakan, ia dan belasan konsumen lainnya mengaku telah merasa dibohongi oleh PT Rumah Kita Persada. Pasalnya para konsumen rumah bersubsidi itu telah membayar uang sebesar Rp2,5 juta ditambah uang tanda jadi (booking) kavling sebesar Rp1 juta yang dibayarkan kepada bagian pemasaran perumahan tersebut.

“Saya dan pemohon lainnya itu sudah bayar untuk uang muka pada Oktober 2018 lalu. Tapi sayangnya sampai 2020 ini pembagunan rumah belum juga dimulai,” kata Ii, Kamis 13 Februari 2020.

Baca Juga:   Kementerian ESDM akan Tambah 1 Unit PLTP Berkapasitas 55 MW di Patuha

Sebenarnya, selama ini kata Ii, ia dan konsumen sudah seringkali meminta keterangan kepada pihak pengembang. Namun sayangnya, alih alih melaksanakan kewajibannya, pengembang malah mengalihkan lokasi ke rumah contoh. Karena merasa tidak sesuai pesanan awal, sehingga mereka menolak untuk menerima rumah contoh dari pengembang itu.

“Kami merasa dibohongi, sudah bayar sejak 2018 lalu tapi hak kami tidak dipenuhi oleh pengembang. Kalau tidak bisa memenuhi kewajiban yah kembalikan dong uang kami. Jika tidak, kami akan melaporkan kepihak Kepolisian dengan tuduhan penipuan,” ujarnya.

Salah seorang mantan pegawai bagian pemasaran PT. Rumah Kita Persada, Yulia mengakui jika selama ia bekerja di perusahaan pengembang perumahan itu ada beberapa orang calon konsumen yang datang dan mempertanyakan pengajuan rumah tersebut. Saat itu, pihak perusahaan memang menyarankan agar calon konsumen itu mengambil atau merima rumah yang telah jadi (rumah contoh).

Baca Juga:   Ingin Pamer dan Dapat Pujian, Pemuda Ini Nekat Menggelapkan Sepeda Motor

“Memang kami menyarankan agar calon konsumen itu menerima rumah yang sudah jadi saja. Dari sekian orang calon konsumen itu ada yang mau menerima tapi memang ada juga yang menolak,” kata Yulia saat dihubungi melalui ponselnya.

Dikatakan Yulia, pembangunan rumah belum dapat dilaksanakan sebelum dilakukan akad kredit untuk 27 unit rumah yang telah dipesan oleh calon konsumen itu.

“Itu informasi yang saya ketahui selama bekerja kurang lebih tiga bulan di tempat itu. Dan memang ada beberapa orang calon konsumen yang mempertanyakan soal permohonan perumahannya. Mohon maaf saya enggak bisa kasih informasi yang tidak saya ketahui yah pak,” ujarnya.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here