Diancam Foto Bugilnya akan Disebar, Gadis asal Bandung Ini Pasrah Dicabuli Seorang Duda

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan bersama Wakapolres AKBP A Agus R dan Kasat Reskrim AKP Agta Bhuana Putra tunjukkan sejumlah barang bukti kasus pencabulan gadis di bawah umur.(notif.id)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG –Dengan mengenakan baju biru bertuliskan tahanan, JN alias Udin (38) tertunduk malu saat dihadirkan dihadapan sejumlah wartawan oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Kamis 13 Februari 2020. Duda asal Pandeglang, Banten tersebut menjadi tersangka pencabulan seorang gadis dibawah umur asal Kabupaten Bandung.

Kasus pencabulan tersebut terkuak setelah orang tua korban menemukan adanya unggahan sebuah video porno di akun facebook Riska Sinta pada 8 Februari 2020. Orang tua korban kaget karena gadis di dalam video tersebut adalah anaknya.

“Orang tuanya kemudian menanyai anaknya dan akhirnya si gadis tersebut mengaku bahwa telah diperkosa oleh JN. Orang tua korban langsung melapor pada 10 Februari,” kata Hendra kepada wartawan.

Baca Juga:   Polres Bandung Bentuk Satgas Khusus Antisipasi Praktik Perjudian pada Pilkades Serentak

Selang sehari, kata Hendra, pelaku langsung ditangkap. Dari pengakuan tersangka, perkenalan dengan korban terjadi di facebook. Korban oleh tersangka ditawari pekerjaan dengan upah Rp12,5 juta ditambah sebuah handphone.

“Pelaku ini berpura-pura menjadi seorang perempuan dengan akun palsu bernama Riska Sinta. Setelah menawarkan pekerjaan, korban diarahkan untuk menemui JN,” kata dia.

Singkat cerita setelah ada kesepakatan itu, korban dan tersangka akhirnya bertemu. Tersangka kemudian membawa korban ke daerah Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.

Dilokasi itu, lanjut Hendra, tersangka melakukan aksi bejatnya kepada korban. Korban menuruti kemauan pelaku karena diancam jika akan menyebar luaskan foto bugil korban ke keluarganya.

“Jadi sebelum ketemu saat berkenalan dengan tersangka, korban mengirimkan foto telanjang sebagai syarat mendapat pekerjaan. Nah, korban tidak tahu kalau akun Riska Sinta itu seorang pria. Maka saat bertemu tersangka mengancam akan menyebar luaskan foto telangjang pelaku kalau tidak mau melayaninya bersetubuh,” kata kapolres.

Baca Juga:   Sejumlah Pemuda di Baleendah Nekat Aniaya Polisi Karena Tak Terima Ditegur saat Menggelar Pesta Miras

Setelah dirudapaksa oleh tersangka, korban kemudian melarikan diri dan ditolong oleh warga. Korban kemudian pulang ke rumah orang tuanya dan tidak langsung menceritakan kejadian tersebut karena takut.

Akan tetapi, korban baru bercerita setelah orang tuanya menemukan video porno yang diunggal oleh pelaku dengan menggunakan akun facebook palsu bernama Riska Sinta.

“Korban ini masih dibawah umur. Usianya baru 13 tahun. Korban ini sebetulnya mondok disebuah pondok pesantren,” kata dia.

Polisi, kata dia, masih mengembangkan kasus tersebut karena diduga masih ada korban lain. “Yang melapor baru satu. Kasus satunya lagi sedang kami dalami. Karena ada chating di facebook yang mengarah ke sana (pencabulan),” kata dia.

Baca Juga:   Popularitas Sahrul Gunawan Tinggi, Agus Yasmin: Tetap Harus Ikut Tahapan Survei

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 27 ayat 1, Pasal 45 UU No 11 tahun 2008 tebtang ITE dan Pasal 81 dan Pasal 82 UU No 17 tahun 2016 perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Hukuman penjara selama 6 tahun untuk ITE dan 15 tahun untuk UU Perlindungan Anak,” katanya.(put/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here