Geger Temuan 22 Artefak di Tasikmalaya, Begini Kata Pengelola Objek Wisata Batu Mahpar Leuwisari

Anton Crliyan (mantan kapolada jabar), pemilik objek wisata Batu Mahpar Leuwisari, Tasikmalaya. (Foto: Antara)

NOTIF.ID, TASIKMALAYA – Geger penemuan patung arca Ganesha dan 21 patung kerdil tempat wisata Batu Mahpar Leuwisari, Tasikmalaya, pada Minggu, 9 Februari 2020.

Pemilik objek wisata Batu Mahpar, Anton Crliyan (mantan Kapolda Jabar) menyatakan, bahwa puluhan batu tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak 2013 lalu. Menurutnya, bahwa keterangan mengenai percisnya umur dari batu tersebut belum dapat diketahui.

Dilaporkan, bahwa penemuan patung tersebut telah tertimbun tanah seluas 4 hektare di tepi Sungai Parit Galunggung.

“sebenarnya (patung Batu) sudah ditemukan agak lama sekitar tahun 2013, ketika itu saya sedang diluar daerah … Pada waktu itu saya tidak tahu jelas, hanya minta pekerja mengubur kembali” kata Anton.

Baca Juga:   Seorang Pria Pencari Lobster di Pantai Cimanuk Tasikmalaya Ditemukan Tewas

Ia menerangkan bahwa penemuan patung tersebut bukanlah benda berharga, hingga pada akhirnya benda penemuan tersebut dikubur kembali dalam satu lokasi. Dirinya juga mengakui bahwa patung-patung batu itu digali kembali untuk menjadi koleksi di museum yang akan dibangun tempat wisata Batu Mahpar.

Dirinya mengatakan, jika memang patung tersebut yang sempat dikubur memiliki nilai sejarah, maka secara sukarela akan diserahkan kepada pemerintah untuk diamankan dan menjadi milik negara.

“saya harap, ini bukan patung purbakala, kalau purbakala akan saya serahkan ke pemerintah” janjinya.

Anton juga menjelaskan, sebelum menjadi tempat objek wisata, dulunya tanah di objek wisata Batu Mahpar Leuwisari, Tasikmalaya ini merupakan lahan perkebunan yang dikelola oleh Belanda dan dugaannya adalah orang perkebunan mengoleksi benda-benda bersejarah.

Baca Juga:   COVID-19 Hantam Sektor Pariwisata Sumedang, PHRI Harap Pemkab Sumedang Beri Solusi

“ini dulunya bagaimana kan kita tidak mengerti, dulu di sini kan perkebunan Belanda, siapa tahu ada yang koleksi, yang jelas patung ini tua, model tua,”ucapnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, bahwa Arkeolog Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri mengaku bingung dan merasa janggal terkait temuan patung Ganesha dan manusia kerdil di lokasi penggalian tersebut.

“Jika ditemukan patung-patung itu dalam satu lokasi yang berdekatan, jelas ini telah terjadi sebuah kesalahan. Tidak sesuai dengan pakem arkeologi, baik dalam waktu maupun masa budayanya,” terangnya.

Ia mengatakan, sangat tidak mungkin jika kedua jenis patung pada masa zaman berbeda akan ditemukan di lokasi yang sama. Secara arkeologis, menurutnya, patung-patung peninggalan masa lalu harus jelas terlebih dahulu mengenai konteksnya, yakni berkaitan dengan kebudayaan dan sejarah pada lokasi ditemukannya patung tersebut.

Baca Juga:   Hamid Terseret Arus di Muara Sungai Cimedang Tasikmalaya saat Menjala Ikan

“Saya pikir ini adalah patung yang belum lama dibuat untuk kepentingan pariwisata. Saya pikir yang di Tasik itu bukan benda yang lama,” Katanya. (*)

Sumber: Antaranews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here