Lima Minuman yang Tak Boleh Dikonsumsi Berbarengan Dengan Obat, Fatal akibatnya!

5 minuman yang tak boleh diminum bersamaan dengan konsumsi Obat. (Foto: fpv.org.au)

NOTIF.ID, HEALTH – Jika sakit sedang melanda kalian, tentunya obat menjadi cara terampuh untuk menangkal bakteri dan virus di dalam tubuh kita. Sayangnya, tak semua orang suka untuk mengkonsumsi obat. Rasa obat yang pahit dan baunya tidak jarang bikin mual. Namun apa daya, bila kita tak meminum obat, kita jadi tak akan sembuh dan dapat melanjutkan aktivitas.

Idealnya obat diminum dengan air putih agar hasilnya bisa maksimal. Para ahli kesehatan dan Dokter tentunya tak menyarankan untuk kalian mengkonsumsi obat-obatan bersamaan dengan meminum jenis-jenis minuman berasa yang malah dapat membahayakan dan fatal akibatnya.

Kenapa? Berikut Notif kutip dari doktersehat.com. Tips, dan 5 jenis minuman yang tidak dianjurkan untuk diminum bersamaan dengan mengkonsumsi obat. Yuk kita simak

1. Jus jeruk

Minum air jeruk untuk mengurangi rasa pahit dari obat sebaiknya tidak kita lakukan. Apalagi jika air perasan jeruk atau jus jeruk diminum berbarengan dengan obat untuk tekanan darah, kanker, dan penurun kolesterol statin, atau obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh pasca transplantasi organ.

Bahan kimia dalam jeruk yang disebut furanocoumarins, dapat menghapus enzim yang memecah obat dalam tubuh. Merupakan ide yang buruk jika kita sedang sakit minum es jeruk bersamaan dengan mengkonsumsi obat, karena efeknya bisa seperti menelan lima atau 10 tablet dengan segelas air.

Tentu efek sampingnya bakal berbeda, tergantung obat yang dikonsumsi. Namun secara umum, minum obat dengan air jeruk dapat memperburuk kondisi kesehatan, seperti perut mengalami pendarahan, denyut jantung berubah, kerusakan ginjal, bahkan kematian mendadak.

Sedangkan jika kita mengkonsumsi obat anti inflamasi atau aspirin dengan air jeruk yang dikonsumsi bersamaan, dapat memicu rasa panas dan asam di perut. Selain itu, Dokter dan pakar kesehatan juga menyarankan agar menghindari minum obat dengan air jeruk, terutama obat yang mengandung parasetamol dan propifenazon.

Perlu diketahui, karena air jeruk bersifat asam dan salah satu kandungan obat dari propifenazon memiliki efek samping utama yaitu munculnya gangguan lambung, maka minum obat dengan air jeruk sebaiknya dihindari. Minum obat dengan air jeruk berpotensi menimbulkan efek samping seperti nyeri, mual dan rasa kembung pada perut.

Sementara itu, minum obat dengan air jeruk juga dapat menimbulkan efek penyerapan obat darah tinggi jenis beta-bloker menurun. Makanan yang dimakan akan bertahan dalam lambung selama 6-8 jam, sehingga minum obat dengan jeruk sebaiknya berpatokan pada waktu itu.

2. Minuman yang Mengandung Kalsium

Jika kalian sedang mengkonsumsi antibiotik, semisal ampisilin, amoxilin, kloramfenikol, antibiotik golongan tetrasiklin dan fluorokuinolon (contoh: siprofloksasin). Disarankan sebaiknya jangan minum susu sebelum mengkonsumsi obat.

Bila antibiotik diminum bersamaan dengan meminum susu dapat membuat zat pada kandungan obat jadi tidak mudah larut dan tidak dapat diserap oleh tubuh. Akibatnya, obat yang kita konsumsi menjadi tidak manjur dan kesembuhan menjadi lambat.

Setidaknya, tunggulah hingga dua jam setelah atau sebelum minum obat. Susu dan produk olahannya serta kandungan suplemen di dalam susu seperti zinc, magnesium, zat besi, dapat menghambat penyerapan antibiotik dari obat tersebut.

Namun, sebenarnya tak semua obat tidak efektif bila dikonsumsi bersamaan dengan susu. Ada juga beberapa obat seperti obat-obat antiinflamasi non steroid seperti asetosal dan ibuprofen, yang dapat diminum bersamaan dengan susu atau pada waktu makan.

Meskipun melambatkan kerja obat, tetapi efeknya dapat melindungi iritasi lambung, dan ini akan terasa lebih bermanfaat.

3. Teh

Kandungan zat tanin yang terdapat dalam teh dapat mengikat senyawa aktif obat sehingga sukar untuk di absorpsi dan diserap tubuh. Beberapa jenis antibiotik, seperti enoxacin dan ciprofloxacin, dapat menurunkan kemampuan dan kecepatan memproses dan mengeluarkan caffeine dari tubuh.

Karena itu, jika kita mengkonsumsi obat bersamaan dengan teh-terutama kedua antibiotik tersebut-bukannya akan mendapatkan kesembuhan, malah akan dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala, serangan cemas, dan peningkatan detak jantung.

4. Kopi

Kandungan caffeine dalam kopi dapat merangsang kinerja susunan saraf pusat. Risiko overdosis pada jenis antibiotik tertentu (seperti enoxacin, ciprofloxacin, norfloksasin) dapat menimbulkan halusinasi, tremor, dan palpitasi (sebuah sensasi ketika jantung terasa berdegup dengan kencang).

Jadi, ketika mengunakan obat-obatan yang merangsang saraf pusat (seperti obat asma yang mengandung teofilin dan epinefrin) dapat menimbulkan efek stimulan sistem saraf pusat yang berlebihan.

5. Alkohol

Mengkonsumsi alkohol dengan obat anti histamin atau anti alergi (seperti obat alergi, flu, dan batuk) dapat menambah rasa kantuk dan memperlambat performa motorik dan mental. Konsumsi alkohol yang bersamaan dengan paracetamol juga dapat meningkatkan kerusakan hati dan pendarahan lambung.

Selain itu, sebaiknya hindari konsumsi makanan yang mengandung alkohol. Jadi, minum obat setelah makan tape ketan atau beras adalah sesuatu yang tidak dianjurkan oleh Dokter. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here