Rejeki Banjir di Kawasan PT Kahatex, Para Remaja Ini Bisa Dapat Ratusan Ribu dengan Hanya Mendorong Kendaraan yang Mogok

Sejumlah remaja tengah mendorong mobil yang mogok karena nekat menerjang genangan banjir di Kawasan PT Kahatex, Jumat 7 Februari 2020, sore.(kiki andriana/notif.id)

NOTIF.ID, SUMEDANG – Musibah banjir di Jakan Raya Banddung-Garut tepatnya di kawasan PT Kahatex, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang dianggap sebagai faktor pembawa kerugian materi, justru menjadi berkah bagi para remaja yang bermukim di dekat lokasi banjir.

Setiap banjir datang sejumlah remaja justru mendapatkan rejeki dengan cara menawarkan jasa dorong kendaraan yang mogok karena nekat menerobos banjir. Rata-rata, warga yang menawarkan jasanya masih berumur remaja.

Meski harus berhujan-hujanan, mereka tak surut semangat. Sebab, hasil dari jasa yang dihasilkan cukup untuk tambahan uang saku sekolah. Bahkan terbilang cukup besar.

Anif Zaki (17) remaja asal Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mengaku sudah sejak SMP memanfaatkan banjir di kawasan tersebut sebagai ladang mencari rejeki. Ia sendiri tak mematok harga jasanya. Alasannya, selain mencari rezeki, ia juga membantu polisi mengurai kemacetan lalu lintas akibat banjir.

“Kami tidak menarif harga, seikhlasnya saja,” kata Anif yang kini bersekolah di seorang pelajar SMA PGRI Cicalengka kepada Notif di lokasi banjir, Jumat sore 7 Februari 2020.

Menurut dia, profesi dadakannya itu tidak dilakukan sendiri. Namun dilakukan bersama teman-teman sebayanya. Sebab, untuk mendorong mobil yang mogok dan terjebak di genangan banjir cukup berat.

“Enggak sendirian. Kadang berempat, kadang berlima. Uang hasil mendorong kendaraan juga dibagi-bagi,” kata Anif.

Meski tak menarif harga, Anif mengaku bisa mendapatkan uang Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk mendorong mobil yang mogok. Sementara itu untuk motor, biasanya mendapatkan Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

“Ada juga yang ngasih Rp20 ribu. Ya alhamdulillah bisa dibagi-bagi buat tambahan uang saku sekolah,” kata Anif.

Hal senada dikatakan Sihad (16), teman Anif. Menurutnya, jika terjadi banjir di kawasan PT Kahatex, banyak kendaraan yang mengalami gangguan mesin setelah dipaksakan menerobos genangan air.

Ia dan teman-temannya sengaja menunggu momen itu sambil berteduh di sebuah warung tak jauh dari lokasi banjir. Jika pengemudi mobil yang memogok meminta bantuan, ia dan temannya langsung terjun ke genangan banjir.

“Dorongnya jauh. Sampai lebih 200 meter sampai wilayah Warung Cina. Kalau musim hujan gini, kami memang sengaja nongkrong di pinggir jalan. Siapa tahu turun hujan dan banjir,” kata dia yang mengaku bisa mengantongi uang Rp350 per harinya dengan menawarkan jasa mendorong kendaraan.(kia/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here