NPCI Jabar Optimistis Pertahankan Gelar Juara Umum di Peparnas XVI

Kadispora Jabar, Engkus Sutisna bersama jajaran pengurus NPCI Jabar saat melakukan peninjauan pelaksanaan Pelatda Peparnas XVI NPCI Jabar.(ist)

NOTIF.ID, BANDUNG – National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat semakin matang mempersiapkan diri untuk menyongsong Peparnas XVI dan PON XX 2020 di Papua. NPCI Jawa Barat bahkan optimistis bisa mempertahankan gelar juara umumnya.

Kepala Dispora Jawa Barat, Engkus Sutisna mengaku cukup bangga dengan persiapan yang telah dilakukan NPCI Jawa Barat. Engkus sendiri turut optimistis jika NPCI Jawa Barat akan kembali meraih gelar juara umum.

“Saya cukup bangga dengan persiapan yang dilakukan dan melihat semangat luar biasa yang diperlihatkan temen-temen atlet NPCI Jabar. Dengan bekal, saya yakin kita bisa pertahankan juara umum di Peparnas XVI,” ujar Engkus saat meninjau langsung pelaksanaan latihan atlet NPCI Jabar di Kota Bandung, Kamis 6 Februari 2020.

Engkus mengakui jika sempat ada keraguan untuk bisa mempertahankan titel juara umum Peparna akibat aturan baru yang diterapkan NPCI Pusat. Yakni larangan atlet eks pelatnas untuk tampil di Peparnas XVI di lebih dari satu kelas di cabang olahraga yang diikutinya.

“Tapi saya yakin keraguan itu akan terkikis dan hilang setelah melihat semangat atlet dan persiapan yang dilakukan NPCI Jabar,” tambahnya.

Untuk itu, lanjutnya, mau tidak mau dan suka tidak suka, maka atlet lapisan kedua harus siap. NPCI Jabar pun menyebut jika pelaksanaan pelatda Peparnas XVI Jabar saat ini memfokuskan bagaimana atlet lapisan kedua ini justri bisa menjadi andalan.

“Jadi tidak semata-mata mengandalkan atlet yang di pelatnas karena kita ketahui bersama jika kontribusi Jabar untuk Indonesia itu cukup signifikan,” terangnya.

Pada kesempatan peninjauan tersebut, Engkus pun menyampaikan harapan dan arahan dari Gubernur Jabar yang menginginkan atlet Jabar bisa tampil optimal dan tidak menjadikan lawan sebagai musuh. Baik di ajang Peparnas XVI maupun PON XX tahun 2020 di Papua.

“Tapi bagaimana menjadikan lawan sebagai kawan, terlebih tuan rumah Papua. Pak gubernur sendiri sering menyampaikan meski tuan rumah PON XX itu Papua tapi harus serasa di Jabar. Artinya, kita ingin jalin kebersamaan dan silaturahmi dengan tuan rumah Papua dan saling mendukung,” kata dia.

Sementara Ketua NPCI Jabar, Supriyatna Gumilar menuturkan jika pelaksanaan Pelatda Peparnas XVI NPCI Jabar sudah dilakukan sejak bulan Januari 2020 lalu. Sejak awal pelaksanaan, para atlet sudah masuk dalam kamp sentralisasi di tiga daerah yakni Kota Bandung, Kabupaten Kuningan, dan Kota Bogor.

“Kita pun siapkan pelayanan prima bagi atlet selama 10 bulan pelaksanaan pelatda sebelum berangkat ke Papua. Mulai dari transportasi atlet, konsumsi, akomodasi hingga pelaksanaan latihan. Hingga saat ini, tidak ada atlet yang mengeluh dan mereka semua berlatih dengan semangat tinggi,” ujar Supriyatna.

Saat ini, tuturnya, jumlah atlet yang tergabung di Pelatda Peparnas XVI NPCI Jabar masih berjumlah 240 orang minus 40 atlet yang di pelatnas. Ke-40 atlet di pelatnas NPCI akan bergabung pada bulan April 2020 usai tampil di ajang Asean Paragames di Manila.

“Ke-240 atlet yang saat ini di pelatda berasal dari 12 cabang olahraga setelah dua cabang olahraga yakni goal ball dan bola voli duduk batal digelar di Peparnas XVI karena ketidaksiapan tuan rumah Papua. Di bulan Juli 2020, kita akan tetapkan atlet 100 persen yakni sebanyak 230 atlet. Jadi atlet yang saat ini di pelatda tidak otomatis akan masuk sebagai tim inti karena kita masih terapkan sistem promosi degradasi hingga Juli 2020,” katanya.(tam/mrb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here