Serangan Israel Menewaskan 12 Pro-Iran di Suriah

Tank-tank Israel berjaga dekat dengan garis gencatan senjata dengan Suriah di Dataran Tinggi Golan yang strategis (Foto: JALAA MAREY/AFP Photo via Yahoonews)

NOTIF.ID, INTERNASIONAL – Kepala Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman mengatakan, serangan yang dilakukan oleh pesawat tempur Israel ke sejumlah basis pasukan dan kelompok milisi pro-Iran di Suriah hingga mengakibatkan 12 orang tewas, Kamis 6 Februari 2020 pagi.

Dilansir dari CNNIndonesia yang dikutip dari AFP, serangan itu terjadi di Damaskus dan di wilayah selatan Suriah. Observatorium Suriah, menyebut tujuh pasukan tewas di daerah Kiswa, sementara lima lainnya di Ezra, Provinsi Daraa. Sementara itu media pemerintah Suriah menuliskan informasi berbeda. Dikutip dari Haaretz, serangan tersebut hanya melukai delapan pasukan.

Koresponden AFP di Damaskus mendengar ledakan keras sekitar 1:15, 2315 GMT, pada Rabu pagi.

Baca Juga:   Hadang Tank Israel Masuk Perbatasan Libanon, Prajurit TNI Kontingen Garuda XXIII-M/UNFIL Dapat Sorotan Dunia

Menurut kantor berita SANA, angkatan udara Suriah berhasil menembak jatuh sebagian besar roket yang ditembakkan Israel sebelum mencapai target.

Gelombang serangan pertama ditargetkan pada basis militer di sekitar Damaskus. Lalu gelombang kedua terjadi 30 menit kemudian yang menyerang posisi militer di sekitar Provinsi Daraa, Quneitra dan Damaskus.

Sebelumnya pada bulan januari lalu, tentara Suriah di Damaskus mengatakan bahwa jet-jet Israel menyerang pangkalan udara utama T-4 di Provinsi Homs. Menurut Observatorium Suriah telah menewaskan sedikitnya tiga milisi yang didukung Iran dan pasukan udara Suriah berhasil menghalau beberapa rudal sehingga hanya menyebabkan kerusakan material.

Tak hanya itu, Israel telah melakukan serangan berulang kali di Suriah sejak perang saudara meletus pada tahun 2011, terutama menargetkan pasukan pemerintah, Iran dan Hizbullah.

Baca Juga:   Berikan Pernyataan Tegas, Arab Saudi Akan Dukung Palestina Merdeka

Pada bulan Desember, sistem pertahanan udara juga mencegat rudal yang ditembakkan dari arah Israel yang mengarah ke Damaskus. Seorang juru bicara militer Israel yang dihubungi oleh AFP Kamis pagi menolak berkomentar mengenai serangan itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here