Leuhang, Sauna Tradisional Sunda yang Ampuh Mengobati Berbagai Penyakit

Seorang pengunjung tengah menjalani pengobatan alternatif dengan metode Leuhang di pengobatan tradisional Jalan Gambung, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.(notif.id)

KABUPATEN BANDUNG – Sauna atau mandi uap sudah ada sejak zaman dulu. Awalnya, mandi uap ini biasa dilakukan oleh orang-orang di Jepang dan China. Namun seiring waktu, sauna merambah ke berbagai negara di dunia. Apalagi kini sauna telah menjadi kebutuhan atau gaya hidup modern di tanah air.

Di Indonesia sendiri, metode mandi uap ini sudah dikenal sejak sebelum zaman penjajahan. Metode sauna ini bahkan menjadi tradisi turun temurun di leluhur orang Sunda. Namun uniknya, sauna di Sunda berbeda dengan sauna pada umumnya.

Metode sauna yang dikembangkan oleh lelulhur orang Sunda ini menggunakan berbagai campuran rempah-rempah asli Indonesia. Sauna tersebut akrab ditelinga masyarakat Sunda dengan sebutan Leuhang.

Yayan Suryana (60), warga Kampung /Desa Cisondari Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, salah seorang yang terus melestarikan Leuhang ini. Yana sendiri menjadikan metode Leuhang sebagai pengobatan alternatif.

Ia menekuni pengobatan Leuhang tersebut sejak 2011 lalu. Menurutnya, metode sauna modern sebenarnya telah dikenal dan dilakukan oleh para leluhur orang Sunda sejak dulu kala.

Namun seiring waktu, Leuhang mulai tergeser oleh kemajuan zaman. Apalagi saat ini di kota-kota besar banyak bermunculan sauna modern. Padahal sauna yang dilakukan oleh para leluhur orang Sunda sangat bermanfaat bagi tubuh serta terbukti bisa menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan.

Baca Juga:   Anang Susanto: Penanganan Citarum Harus Dilakukan Secara Komprehensif

“Sebenarnya sauna bagi orang Sunda itu bukan hal baru, yah, bisa dikatakan usianya sama dengan kelahiran etnis Sunda itu sendiri. Para orang tua kita dulu biasa merebus berbagai rempah-rempah, airnya ditampung dalam ember dan ditutup oleh kain, kemudian orangnya masuk dalam kain untuk menguapi seluruh badan dan dihirup. Sebenarnya teknik ini tidak jauh berbeda dengan sauna modern yang saat ini banyak tersebar di berbagai kota besar, tapi bedanya uap yang dihasilkan beraroma beraneka rempah yang bermanfaat untuk kesehatan,” kata pria yang akrab disapa Uwa Leuhang, Selasa 4 Februari 2020.

Berawal dari sana, kata Uwa, orang tuanya dulu di Jakarta menekuni dan mengembangkan Leuhang. Saat itu banyak orang yang mengobati berbagai penyakitnya dengan leuhang.

Alhasil, banyak orang yang melakukan terapi leuhang merasakan banyak manfaatnya. Selain menyembuhkan berbagai penyakit, leuhang juga membantu melancarkan peredaran darah, sekaligus mengeluarkan berbagai racun yang ada dalam tubuh manusia melalui keringat.

“Semua penyakit bisa disembuhkan dengan terapi Leuhang ini, karena semua racun penyebab penyakit dalam tubuh keluar terbuang bersama keringat,” kata dia.

Namun seiring perkembangan zaman, dimana sauna banyak bermunculan, Leuhang yang ditekuni oleh ibunya itu mulai redup. Apalagi sauna modern yang ada saat ini selalu identik atau dipercaya sebagai bagian dari perawatan kecantikan. Sehingga, banyak orang yang beralih ke sauna modern ketimbang melakukan Leuhang.

Baca Juga:   Pegawai Koperasi di Pasir Jambu Ini Nekat Bunuh Temannya Karena Sakit Hati

“Setelah saya pulang kampung ke Cisondari berpikir untuk menekuni dan mengembangkan leuhang disini sejak enam tahun lalu. Karena saya merasa sayang dengan ilmu kesehatan dan budaya warisan leluhur Sunda. Kemudian saya kembangkan dengan membuat sebuah alat atau tempat untuk mandi uap. Dimana rempah-rempah yang dididihkan itu, uapnya dialirkan melalui pipa kesebuah kotak seperti tempat sauna,” ujarnya.

Semula ia mencoba sendiri lebih dulu alat sauna tradisional tersebut. Tujuannya untuk mengukur suhu panas serta kemampuan daya tahan tubuh manusia berada dalam kota sauna leuhang ini. Hasilnya, paling sedikit waktu yang diperlukan untuk berada dalam kota mandi uap ini adalah 15 menit.

Namun sebenarnya, jika seseorang itu mampu berada lebih lama di dalam kota uap tersebut pun tidak menjadi persoalan. Soal tarif dari terapi leuhang ini, Uwa tidak mematoknya, berapapun yang diberikan oleh pasiennya diterima dengan ikhlas dan bersyukur.

“Uap yang disalurkan ke dalam kotak itu berisi rempah-rempah yang banyak terdapat disekitar kita. Seperti daun sirih, kayu manis, sirih, honje, daun jeruk dan lainnya. Alam ciptaan Allah ini memberikan kita semua kenikmatan, termasuk tersedianya berbagai tanaman yang berguna untuk obat, ini sayang kalau dibiarkan dan musnah begitu saja. Karunia Allah ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuj kesehatan dan kesejahteraan manusia,” katanya.

Baca Juga:   Dewan Minta Pembangunan Objek Wisata Arboretum di Rancabali Dihentikan

Hasilnya, terapi Leuhang yang dikembangkan oleh Uwa ini, kini banyak diminati masyarakat. Sebagai alternatif dari pengobatan medis modern yang selama ini mendominasi dunia kesehatan saat ini, Leuhang dipercaya masyarakat Sunda sebagai pengobatan yang sangat aman karena tidak mencampurkan beberapa racikan dari bahan kimia.

Seperti yang dikatakan oleh Lili Setia Darma (40) salah seorang pasien terapi Leuhang di tempat tersebut. Menurutnya, setelah melakukan terapi leuhang di tempat ini, penyakit kolesterol, darah tinggi dan asam urat yang dideritanya itu mulai membaik.

“Kalau pengobatan medis modern saya sudah kemana-mana coba. Alhamdulilah setelah mencoba terapi Leuhang ini kondisi kesehatan tubuh saya membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa. Hal ini menepis anggapan selama ini jika teknik pengobatan medis modern adalah satu-satunya cara, padahal kita sebagai orang Sunda pun telah diwarisi budaya pengobatan yang sangat luar biasa oleh para leluhur,” ujarnya.(put/ell)

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here