Dampak dari Efek Domino Virus Corona, Ekonomi China Kini Terancam Anjlok

  • Whatsapp
Petugas polisi dan penumpang mengenakan topeng untuk menjaga dari infeksi di Stasiun Kereta Hongqiao, Shanghai. (Foto: Hector Retamal/Agence France-Presse via NYTimes.com)
Perkiraan waktu baca: 3 menit

NOTIF.ID, INTERNASIONAL – Akibat kepanikan yang melanda hampir di seluruh bagian dunia, membuat banyak negara akan bertindak untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan, kota pusat dengan 11 juta orang dan pusat penyebaran virus tersebut.

Seorang juru bicara di kedutaan Amerika Serikat di Beijing mengatakan, AS akan menyewa sebuah pesawat yang akan mengevakuasi staf konsulat AS di Wuhan dan juga menawarkan ruang pesawat kepada warga AS yang terjebak di Wuhan untuk turut dievakuasi, pada hari Rabu, 29 Januari 2020 besok.

Read More

Seperti Kanada, India dan sejumlah negara juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya ke Hubei, China. Dikabarkan, mereka juga tengah merencanakan evakuasi untuk warganya dalam waktu dekat.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, dirinya menyetujui langkah pemerintah untuk mencegah wabah virus Corona dan yakin akan kemampuan China untuk mengatasi virus Corona yang telah menewaskan 106 orang dalam pertemuannya dengan Penasihat Negara Wang Yi di Beijing, pada selasa 28 Januari 2020.

“Tedros, mengatakan, WHO tidak menganjurkan negara-negara untuk mengevakuasi warganya dari China, dan menambahkan tidak perlu bereaksi berlebihan,”

“Ia mengatakan WHO percaya pada kemampuan Cina untuk mencegah dan mengendalikan epidemi.” ucap kemenlu China dalam pernyataannya.

Tim ahli WHO yang terdiri dari 16 pakar independen, dua pekan lalu menepis ‘darurat internasional’ terkait wabah tersebut. Kepala WHO, yang sempat bertemu dengan Presiden Xi Jinping tidak memberikan komentar.

Pada akun twitter WHO, mengungkapkan hanya satu dari kasus di luar negeri yang melibatkan penularan dari manusia ke manusia.


“Itu masih satu kasus terlalu banyak. Tetapi kami mendorong bahwa sejauh ini kami belum melihat lebih banyak penularan dari manusia ke manusia di luar China,”

“Kami terus memantau wabah itu.” Tulis pernyataan WHO di Twitter.

kemerahan publik terhadap media sosial China yang sangat menutupi berita pada kasus tersebut, merupakan sebuah awal kecerobohan dalam menangani virus Corona.

Dalam kritiknya, Walikota Zhou Xianwang mengatakan penanganan wabah di Wuhan “tidak cukup baik” dan dirinya bersedia untuk mengundurkan diri dan menerima konsekuensinya.

Namun, Duta Besar China untuk PBB, setelah menemui Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan pemerintah China telah menepatkan posisi penting dan bekerja secara terbuka dengan komunitas internasional dalam untuk menangani epidemi ini.

China tidak lagi berupaya untuk menutupi epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang menewaskan sekitar 800 orang secara global pada 2002-2003 lalu. Kini pemerintah China nampak begitu terbuka dalam penanganan wabah virus Corona di Wuhan.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, dari 81 korban pada hari sebelumnya telah naik menjadi 106 korban tewas di hari selasa. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di China melonjak menjadi 4.515 pada Senin dari 2.835 hari sebelumnya.

Kekhawatiran semakin memuncak terhadap ekonomi China di tengah larangan perjalanan dan liburan Tahun Baru Imlek. Dampak virus korona sangat mempengaruhi jatuhnya saham global, rendahnya harga minyak yang menyentuh posisi terendah tiga bulan terakhir dan merosotnya mata uang China ke level terlemah di tahun 2020. (*)

Sumber: Reuters.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *