Pemkab Bandung akan Dukung Program MCR Milenial BPR Kerta Raharja untuk Memberantas Rentenir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung mengimbau seluruh perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja paling lambat H-7 Idul Fitri. Foto: Humas Pemkab Bandung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung mengimbau seluruh perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja paling lambat H-7 Idul Fitri. Foto: Humas Pemkab Bandung.

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Pemkab Bandung akan mendukung program MCR Milenial yang tengah dikembangkan oleh BPR Kerta Raharja untuk menekan maraknya rentenir di Kabupaten Bandung.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, maraknya rentenir di Kabupaten Bandung memang tengah menjadi sorotan. Pasalnya, banyak warga Kabupaten Bandung yang terjebak praktik rentenir.

“Saya belum dapat laporan ada program itu dari BPR. Tapi jika memang program itu sangat membantu pemkab dan BPR memiliki kemampuan dalam memberantas rentenir, kami pasti dukung sekali,” kata Marlan di Soreang, Senin 27 Januari 2020.

Marlan menuturkan, Pemkab Bandung sendiri sudah melakukan berbagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya, kata dia, menggerakan Dinas Koperasi dan UMKM untuk kembali menggalakkan koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Bandung.

Selain itu, ucap dia, Dinas Koperasi dan UMKM juga tengah mendata pelaku UMKM yang sudah ada. Pelaku UMKM juga didorong untuk meminjam permodalan ke lembaga yang jelas, seperti perbankan konvensional maupun BPR.

“Program Koperasi Digital juga sedang digalakkan. Dengan koperasi digital diharapkan masyarakat lebih mudah mendapatkan permodalan,” kata dia.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Marlan.(ist)

Marlan pun mengakui adanya laporan warga Kabupaten Bandung yang tercekik perekomiannya akibat bersentuhan dengan rentenir. Dengan adanya laporan itu, tentu saja praktik rentenir di Kabupaten Bandung harus diberangus.

“Laporan ada. Salah satunya pedagang di Pasar Ikan Modern (PIM),” kata dia.

Maka dari itu, ujar Marlan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPR Kerta Raharja untuk mempermudah para pedagang meminjam kredit dengan suku bunga rendah untuk permodalannyam

“Kerja sama dengan BPR. Itu juga sudah MoU dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan,” kata dia.

Marlan mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bandung, terutama pelaku UMKM ataupun ibu rumah tangga untuk tidak terbuai dengan tawaran pinjaman dari rentenir. Pasalnya, selain memberikan suku bunga tinggi, pinjaman dari rentenir bisa membuat kehidupan ekonomi masyarakat semakin rusak.

“Peminjam yang terdesak butuh modal ke rentenir bukan maju perekonomiannya, tapi malah rusak perekonomiannya,” ucap Marlan.

Oleh karena itu, Marlan berpesan kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang mendesak butuh pinjaman untuk permodalan agar datang ke BPR Kerta Raharja maupun koperasi-koperasi yang ada dengan legalitas yang jelas.

“Lebih baik ke BPR Kerta Raharja atau koperasi simpan pinjam. Jangan langsung tergiur oleh bujuk rayu rentenir,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, PT BPR Kerta Raharja tengah mengembangkan sebuah pilot project yang bernama Kredit Mudah, Cepat, Ringan Milenial (MCR Milenial). Pilot project ini dikembangkan dengan tujuan menekan maraknya rentenir yang menawarkan pinjaman dengan bunga tinggi kepada masyarakat Kabupaten Bandung.

Kepala Divisi Pemasaran PT BPR Kertaraharja Ruyana menuturkan, pilot project Kredit MCR Milenial tersebut dikembangkan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.
.
“Kerjasamnya, STKS membentuk dan membina kelompok yang diberi nama Sekolah Perempuan Hebat (SPH). SPH ini berisikan maksimal 15 orang ibu-ibu yang memiliki usaha mikro,” kata Ruyana di Soreang, Kamis 16 Januari 2020.

Saat ini, kata dia, rencana pengembangan Kredit MCR Milenial tersebut tengah memasuki dalam tahapan sosialisasi dan pemberkasan. Pilot project tersebut baru disasarkan untuk 15 desa di Kabupaten Bandung.

“Teknisnya, kelompok SPH ini akan diberi fasilitas kredit tanoa agunan dengan sisem pembayaran tanggung renteng. Untuk prosedurnya menggunakan prosedur perbankan,” kata dia.

Menurut Ruyana, guna meminimalisir banyaknya warga Kabupaten Bandung yang nekat meminjam kredit ke rentenir, Kredit MCR Milenial tersebut menawarkan bunga yang sangat rendah dibanding bunga dari rentenir.

“Bunganya pasti lebih rendah dari rentenir. Karena tujuan pilot project ini membantu Pemkab Bandung memberantas keberadaan rentenir dan membantu permodalan UMKM,” kata dia.

Meski masih sebatas pilot project, Ruyana mengatakan jika penyediaan modal mencapai nilai Rp2 miliar dari PT BPR Kertaraharja. Kendati demikian, kucuran modal tidak serta merta dibayarkan secara langsung dalam setahun, namun dilaksanakan secara bertahap.

“Karena satu orang nantinya bisa mendapatkan maksimal Rp2,5 juta untuk bantuan modalnya. Nah, sekarang tengah berjalan sosialisai dan pemberkasan di 15 desa, karena ini masih program baru,” kata dia.

Ruyana berharap, kehadiran program Kredit MCR Milenial tersebut bisa mengatasi masalah perekonomian masyarakat yang terjerat rentenir. Selain itu, program tersebut juga mengedukasi masyarakat mengenai bahaya meminjam kredit ke rentenir dengan bunga yang mencekik.

“Karena banyak masyarakat yang masih belum mengenai sistem perkreditan. Sejakan dengan program ini, kami juga akan terus melakukan pembinaan setiap bulannya. Seperti lembinaan kepada para nasabah BPR Kertaraharja,” kata dia.

Untuk mengikuti dan mendapatkan plafon pinjaman dari program tersebut, kata dia, calon debitur harus menyiapkan berbagai persyaratan. Seperti SKU, Surat Pernyataan Tanggung Renteng, Surat Pengukuhan Kelompok, KTP, dan Kartu Keluarga. “Yang paling penting, calon debitur memiliki usaha yang produktif,” kata dia.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here