Dirawat di Ruang Isolasi, Dua Pasien RSHS Bandung Diduga Terpapar Virus Corona

Dirut RSHS Nina Susana Dewi dan Dr. Anggraini Alam. (Foto: Notif.id)

NOTIF.ID, BANDUNG – Diduga terkena virus Corona, satu WN china dan satu WNI menjalani pemeriksaan dan perwatan lebih lanjut oleh tim ahli di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pada Minggu, 26 Januari 2020.

Dalam keterangan Pers yang digelar pada Senin, 27 Januari 2020 pagi. Direktur Utama RSHS, Nina Susana Dewi mengatakan, kedua pasien yang diduga suspect virus corona belum lama ini berkunjung ke Tiongkok dan Singapura.

WN China (31) dikabarkan tiba di Bandung pada 12 Januari 2020, setelah menempuh perjalanan dari Shincuan yang berjarak 1.300 km dari Wuhan, Tiongkok. Sedangkan pasien wanita (24) asal WNI sempat berkunjung ke Tiongkok pada 19 Januari kemarin dan dilarikan ke RSHS karena mengalami kejang dan tak sadarkan diri.

“Mereka sekarang dirawat di ruang isolasi khusus Kemuning,” kata Nina saat memberi keterangan pers.

Saat pemeriksaan pertama di RSHS, menurutnya WN China mengalami gejala infeksi saluran pernafasan atas akut dengan suhu tubuh 36 derajat.

“Waktu diperiksa di RS Kawaluyaan suhu tubuhnya 37,7. Kesadarannya baik, terjaga, ” katanya.

Setelah mendalami pemeriksaan terhadap dua pasien tersebut, menurutnya, pasien mengalami gangguan infeksi pada saluran pernafasan bawah. Meski begitu, Nina belum bisa memastikan apakah keduanya merupakan suspect virus Corona atau tidak.

Sampel pemeriksaan keduanya sudah dikirim ke Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan di Jakarta.Ia mengatakan, hasil pemeriksaan akan diketahui dalam waktu 24 jam.

“Kita masih menunggu hasilnya, tak bisa langsung diketahui. Mudah-mudahan negatif,” kata Nina.

Menurutnya, kata Nina, keduanya akan tetap diisolasi setidaknya selama 14 hari, untuk mengetahui keberadaan virus (masa inkubasi) pada pasien yang diperlukan waktu 2-7 hari.

“Jadi pengamatannya dua kali masa inkubasi. Kami berharap pasien ini negatif,” harapnya.

Dokter konsultan infeksi dan penyakit tropis RSHS Bandung, Anggraini Alam, menambahkan dalam pers, pihak RSHS akan memberikan pengobatan sesuai dengan tanda dan gejala yang dialami pasien seperti memberi antibiotik dan anti influenza.

“Obat spesifik belum ada. Ini penyakit baru. Kita berikan terapi, tata cara, sesuai aturan dunia,” kata Anggraini.

Menurutnya, kedua pasien belum menunjukan tanda dan gejala terkena virus Corona. Namun, orang yang terpapar virus Corona biasanya akan mengalami demam, batuk, radang tenggorokan, dan sesak nafas. Meski begitu, angka kematian akibat virus ini sebesar 15%. “Yang meninggal semuanya dewasa. Umumnya menyerang yang daya tahan tubuhnya menurun,” kata dia.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat senantiasa berhati-hati terutama dengan menjaga kebersihan. “Jangan mendekat ke area isolasi. Prinsipnya selalu kehati-hatian,” ujarnya. (tam/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here