Itadakimasu! Tengok Yuk Manfaat dan Kelezatan Miso dari Negeri Sakura

Pasta Miso. (foto: GettyImages via thespruceeats.com)

NOTIF.ID, KULINER – Buat kalian pencinta kuliner Jepang pasti tidak asing lagi dengan Miso. Dalam setiap masakannya seperti sup, kaldu, stew, saus salad atau sebagai bumbu rendaman, bisa membuat citarasa masakan menjadi lebih ‘umami’.

Miso merupakan bumbu masak yang dihasilkan melalui proses fermentasi kedelai dengan hasil akhir berupa pasta. Kata penelitaian di Jepang, miso juga diyakini dapat menstimulasi pencernaan dan memberi energi pada tubuh karena mengandung jutaan bakteri baik.

Miso memiliki ragam jenis, hal ini disebabkan oleh perbedaan bahan baku pembuatan, kultur masakan setempat dan juga identitas di mana miso itu dibuat.

Selain itu, perbedaan durasi fermentasi juga dapat mempengaruhi perbedaan rasa seperti manis-ringan atau asin dan penuh rasa.

Nah, untuk penjelasan lebih lanjut tentang Miso dan kandungan nutrisi di dalamnya, berikut Notif rangkum dari berbagai sumber.

Jenis-jenis Miso

  • Shiro miso (Miso putih)

‘Shiro’ dalam bahasa Jepang berarti putih. Miso ini terbuat dari kedelai dan beras yang difermentasi tidak lebih dari dua bulan. Sesuai namanya, rasa shiro miso berwarna terang dengan rentang manis dan agak asin. Shiro miso memiliki peran penting dan sangat serbaguna karena dapat memberikan ‘energi’ untuk saus salad atau tumisan sayur.

  • Shinshu (Miso kuning)
Baca Juga:   Masih Menjadi Misteri, UFO Terlihat Melayang di Langit Jepang Menuju Pasifik

Miso kuning dapat diaplikasikan dalam berbagai macam resep masakan. Jenis miso yang cenderung mild. Miso ini serupa miso putih, namun difermentasi lebih lama.

  • Aka (Miso merah)

Aka sering disebut dark miso (miso gelap) yang memiliki ciri berwarna merah kecokelatan. Miso ini dibuat dengan proporsi kedelai lebih banyak dan difermentasi hingga tiga tahun dengan rasa lebih asin dan lebih kuat. Digunakan dalam masakan stew dan saus tomat. Gunakan aka miso dengan hati-hati, karena rasanya yang dominan dapat mengalahkan rasa bahan masakan lainnya.

  • Mugi (Miso barley)

Terbuat dari biji barley dan kedelai, miso ini memiliki waktu fermentasi yang lebih lama dari kebanyakan miso putih. Mugi miso memiliki aroma gandum yang lebih kuat tetapi rasanya sedikit ringan dan agak manis.

Kandungan Gizi Miso

Olahan miso yang paling populer bagi warga Jepang adalah miso shiru (sup miso). Miso hampir dikonsumsi setiap hari, karena miso kaya akan mineral yang esensial serta menjadi sumber vitamin B, E, K dan asam folat.

Sebagai makan fermentasi, miso memiliki bakteri yang baik bagi usus dan membantu tubuh untuk tetap sehat, semangat dan bahagia karena usus yang sehat juga mempengaruhi kesehatan mental dan fisik.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Imbau Pemerintah Tak Buru-buru Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess Jepang

Selain kandungan yang disebutkan tadi, miso merupakan sumber tembaga, mangan, protein, zinc dan vitamin K. Proses fermentasi menjadikan miso kaya akan enzim.

Proses fermentasinya dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam makanan. Bakteri ini dikenal sebagai probiotik yang dianggap dapat membantu berbagai masalah kesehatan terutama pencernaan, penyerapan dan asimilasi nutrisi.

Dengan mengkonsumsi makanan fermentasi, dapat menambah bakteri baik (probiotik) dan enzim pada flora usus kita secara keseluruhan, meningkatkan kesehatan mikrobio usus dan sistem pencernaan serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian tahun 1997 dan 2013 telah menunjukkan bahwa bakteri menguntungkan dapat mensintesis vitamin dalam usus terutama vitamin K dan vitamin B12 sebagai produk sampingan dari metabolismenya.

Baca Juga:   Asal Usul Uniknya Tahu Sumedang, Jadi Bikin Lezatnya Terbayang

Pedoman Memilih dan Mengkonsumsi Miso

Ada banyak penelitian tentang manfaat produk kedelai dalam makanan, meskipun miso dibuat dari kacang kedelai tetapi jumlah yang dikonsumsi cukup kecil jadi tidak memiliki efek estrogenik yang mendalam.

Selain itu, miso dianggap tinggi kandungan garam oleh karena itu harus dikonsumsi dengan pedoman tidak lebih dari 6 gram per hari.

Cara memilih dan menyimpan Miso

Saat membeli miso, pilih produk yang kaya enzim dan tidak dipasteurisasi. Produk pasteurisasi mengharuskan penyimpanan dalam lemari es. Jenis ini kaya akan kandungan mikroorganisme yang bermanfaat tetapi setelah dibuka tekstur, warna dan rasa dapat berubah. Jadi butuh penyimpanan ekstra hari-hati.

Produk kedelai diproduksi secara luas dan beberapa kedelai adalah jenis modifikasi genetika. Untuk mengetahui miso dibuat dari kedelai yang ditanam secara organik, pastikan untuk membaca labelnya ‘Organics’ atau ‘Non GMO’ (Genetically Modified Organism). Selain itu label juga memberikan informasi apakah miso bebas gluten atau tidak. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here