Sentimen Negatif Virus Corona SARS Pengaruhi Melemahnya Rupiah ke Rp13.669

Ilustrasi Kurs Rupiah terhadap Dolar AS. (Foto: net)
Ilustrasi Kurs Rupiah terhadap Dolar AS. (Foto: net)

NOTIF.ID, JAKARTA – Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah pada Selasa 21 Januari 2020 dikarenakan sentimen negatif terhadap kekhawatiran munculnya virus corona di China.

“Ada kekhawatiran munculnya virus corona di China menjadi sentimen negatif pelemahan rupiah hari ini,” tutur Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Wabah penyakit yang telah menyebar dari pusat kota Wuhan, China disebut-sebut muncul tepat sebelum musim puncak liburan Tahun Baru Imlek, yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran lebih jauh.

Nilai tukar rupiah berada di Rp13.669 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa sore ini. Mata uang Garuda melemah sebesar 0,22 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Senin kemarin.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.658 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Senin, yakni Rp13.654 per dolar AS.

Ibrahim menyebutkan, sentimen negatif lainnya juga muncul dari prediksi IMF terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

“IMF menyebut perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,3 persen, turun dari 3,4 persen pada bulan Oktober,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.650 hingga Rp13.700 pada perdagangan, pada Rabu besok, 22 januari 2020.

Tidak hanya rupiah saja, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,78 persen, yuan China 0,53 persen, dan ringgit Malaysia 0,38 persen.

Dolar Singapura melemah 0,24 persen, lira Turki 0,20 persen, dolar Taiwan 0,13 persen. Diikuti, baht Thailand yang melemah 0,11 persen.

Rupee India turut kena imbas, melemah 0,11 persen, peso Filipina sebesar 0,10 persen, disertai dolar Hong Kong yang melemah 0,04 persen. Sementara, penguatan hanya terjadi pada yen Jepang sebesar 0,19 persen terhadap dolar AS.

Di negara maju lainnya, mayoritas nilai tukar terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Kanada melemah 0,22 persen, dan dolar Australia sebesar 0,32 persen, diikuti euro yang melemah 0,04 persen. Hanya poundsterling Inggris yang menguat tipis 0,03 persen terhadap dolar AS. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here