Banyak Tersandung Kasus, Fortusis Kabupaten Bandung Desak Bupati Copot Juhana Sebagai Kadisdik

  • Whatsapp
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung mengimbau seluruh perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja paling lambat H-7 Idul Fitri. Foto: Humas Pemkab Bandung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung mengimbau seluruh perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja paling lambat H-7 Idul Fitri. Foto: Humas Pemkab Bandung.
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung diminta untuk Kepala Dinas mencopot jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, Juhana, oleh Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kabupaten Bandung. Desakan itu terjadi lantaran selama Disdik Kabupaten Bandung dipimpin oleh Juhana, sejumlah pejabat Disdik yang tersandung kasus hukum.

Ketua Fortusis Kabupaten Bandung, Nurdin Sobari Soleh mengatakan, ada tiga pejabat yang masih bawahan Juhana yang tersandung kasus hukum. Dari tiga pejabat itu dua diantaranya sudah mendekam di balik jeruji besi. Satu diantaranya masih menjadi tersangka atas kasus OTT baru-baru ini.

Read More

“Yang pertama kasus penggelapan pajak pada 2014 lalu. Akibat kasus ini negara mengalami kerugian Rp7 miliar. Pelakunya adalah Bendahara Disdik bernama Didin Samsudin. Pelaku dihukum 9 tahun penjara,” kata dia, Minggu 19 Januari 2020.

Kasus kedua, kata Nurdin, korupsi pengadaan buku sejarah yang mencapai kurang lebih Rp10,4 miliar pada 2015. Kasus korupsi ini menjadikan Kepala Bidang Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dedi Sutatdi sebagai tersangka tunggal.

Dedi sendiri divonis bersalah oleh pengadilan dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan menjalani hukuman penjara selama lima tahun pada tahun 2018.

“Yang ketiga masih hangat sekali. Kasus pungutan liar oleh Kabid SMP, Maman Sudrajat. Dia terkena OTT oleh Saber Pungli Jawa Barat saat memungut Dana Alokasi Khusus dari 7 orang kepsek,” kata dia.

Nurdin menuturkan, jika Bupati Bandung Dadang M Naser berkomitmen memberantas korupsi di Kabupaten Bandung, seharusnya sudah bersikap dan bertindak tegas.

“Harusnya berani memberhentikan Juhana sebagai Kepala Disdik. Tiga orang bawahan Juhana tersandung kasus membuktikan bahwa dia gagal menjadi atasan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan,” kata dia.

Dikatakan Nurdin, selain Juhana, Fortusis Kabupaten Bandung juga mendesak BKPSDM Kabupaten Bandung untuk mencopot enak kepala sekolah yang turut terlibat kasus Pungli yang dilakukan Maman Sudrajat.

“Lucu saja, ada yang memberi dan ada yang menerima. Tapi yang memberi masih menjabat kepsek. Harusnya dicopot juga jabatannya.”

“Kalau enggak salah, saya dengar para kepsek yang ikut dalam kasus tersebut cuma dijadikan saksi,” kata dia.

Meski menjadi saksi, kata Nurdin, sebaiknya para kepala sekolah dicopot dulu jabatannya agar fokus menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Sementara di luar itu, Nurdin sangat mengapresiasi langkah Tim Saber Pungli Jawa Barat yang sudah mengungkap boroknya Disdik Kabupaten Bandung baru-baru ini. Ia juga berharap Diskrimsus Polda Jabar bisa mengusut tuntas kasus yang melibatkan Maman Sudrajat sebagai tersangka Pungli.

“Saya rasa, Maman tidak sendiri. Pasti ada aktor dibaliknya. Jangan sampai kasus pungli ini berhenti di satu orang yang sebetulnya dijadikan kambing hitam. Polisi harus tuntas mengusutnya,” kata dia.(put/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *