KUD Wahana Karya Rancaekek I Berkomitmen Ambil Alih Aset Pasar Wahana Rancaekek

Puluhan anggota koperasi melaksanakan rapat akhir tahun (RAT) di Kantor KUD Wahana Karya Rancaekek I di Jalan Raya Rancaekek Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Kamis 16 Januari 2020.(notif.id)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Setelah memperkuat keanggotaannya, KUD Wahana Karya Rancaekek I berkeinginan mengambil aset Pasar Wahana Rancaekek  kembali. Pasalnya, aset pasar dengan luas 15.200 meter persegi dengan jumlah kios sekitar 300 unit itu saat ini dikuasai pihak lain. Padahal, kepemilikan pasar sebelumnya berada di KUD Wahana Karya Rancaekek I.

“Kami berupaya bagaimana caranya aset KUD berupa Pasar Wahana Rancaekek itu bisa kembali dan dikelola lagi oleh KUD Wahana Karya Rancaekek I. Untuk mengambil kembali aset pasar tersebut, kami perlu upaya dan usaha.”

“Meski sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA), bahwa aset itu dimenangkan dari KUD Wahana Karya Rancaekek I sebagai penggugat atas tergugat sebelumnya,” kata Ketua KUD Wahana Karya Rancaekek I Ihwan Wandana, seusai melaksanakan rapat akhir tahun (RAT) di Kantor KUD Wahana Karya Rancaekek I di Jalan Raya Rancaekek Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Kamis 16 Januari 2020.

Meski sudah ada putusan MA, lanjut Ihwan, pihak tergugat tak serta merta menyerahkan aset pasar tersebut. Aset Pasar Wahana Karya itu menjadi awal kedudukan ekonomi bagi anggota.

Baca Juga:   Hore, 14 Desa Berprestasi di Kabupaten Bandung Dapat Bantuan Maskara

“Kita akan meraih aset pasar itu dengan menempuh aturan yang berlaku. Di antaranya akan memohon ke Pengadilan Negeri Bale Bandung untuk melaksanakan putusan MA,” katanya.

Dulu pernah mengajukan ke pengadilan, kata Ihwan, namun para pedagang di pasar tersebut meminta kebijakan waktu. Mengingat pada saat itu menghadapi Lebaran yang merupakan momen para pedagang untuk mendapatkan penghasilan.

“Kami pun memberikan kesempatan, namum saat ini kondisi pasar terbengkalai. Makanya, kita sekarang ingin membenahi KUD. Dengan harapan aset pasar itu bisa kembali diraih,” katanya.

Ia berharap, keberadaan aset pasar itu, bisa dimaksimalkan dan diperuntukkan untuk anggota koperasi. Sedangkan para pedagang di pasar itu, saat ini umumnya bukan anggota KUD.

“Makanya kami memanggil kembali 40 anggota koperasi yang aktif untuk melaksanakan RAT. KUD itu tak akan berdiri, seperti melaksanakan RAT saat ini, tanpa ada dorongan anggotanya. Makanya salah satu cara yang kita laksanakan adalah membenahi adminiattasi dan keanggotaan di tubuh KUD Wahana Karya Rancaekek I ini,” katanya.

Baca Juga:   Resmi Diusung Partai Nasdem, Sahrul Gunawan Siap Maju di Pilbup Kabupaten Bandung 2020

Menurut Ihwan, koperasi yang dikelolanya tidak pernah mati suri. Namun diakui dia kondisnya mengalami stagnan. Meski demikian, dirinya tetap melaksanakan kewajibannya sebagai pengurus KUD Wahana Karya Rancaekek I untuk melaksanakan RAT.

“Dalam operasionalnya, KUD berdasarkan pada aset yang ada dan keanggotaan aktif. Kita terus melakukan koordinasi dengan para anggota aktif,” katanya.

Menurutnya, koperasi tersebut berupaya untuk bertahan dengan kemampuan dan usaha mandiri. “Tentunya dengan aset yang kami miliki. Kami akan menjalankannya, sesuai dengan program kedepan yang akan dilaksanakan,” tuturnya.

Program kedepan, Ihwan mengungkapkan, pihaknya berusaha untuk memberikan edukasi dan pemahaman perkoperasian atau pendidikan koperssi terhadap para anggota. Supaya mereka tahu tentang koperasi, selain aturannya.

“Bahkan kami juga menawarkan program kepada anggota, apa yang akan dilaksanakan kedepan. Tentunya dengan berbagai program yang akan dilaksanakan itu, sebagai tindakl anjut setelah aset pasar diperoleh. Sebelum aset pasar diperoleh, kami belum bisa apa-apa,” ungkapnya.

Baca Juga:   Geger Penemuan Mayat di Sebuah Kebun di Cicalengka, Korban Ternyata Warga Setempat

Hal senada dikatakan Sekretaris KUD Wahana Karya Rancaekek I Rudi Rahmadi. Menurutnya, aset pasar belum kembali ke tangan KUD Wahana Karya Rancaekek I, karena ada kendala.

“Pedagang pasar belum menerima dan belum mau dilaksanakan eksekusi. Itu mungkin karena buntut ada pihak lain yang mengaku pengurus KUD juga. Padahal, putusan MA sudah jelas, yang sah sebagai kepengurusan KUD Wahana Karya Rancaekek I yang saat ini saya tercatat sebagai Sekretaris dsn kepengurusan lainnya. Lembar putusannya juga ada dan bisa diperlihatkan,” katanya

Rudi berharap, setelah RAT ini dapat menjalankan program putusan MA, setelah pembenahan pengurus dan anggota.  “Para pedagang yang ada saat ini, hak guna bangunan, bukan hak milik,” kata dia.(sih/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here