Sejumlah Sekolah di Kabupaten Bandung Menuju Pola Pembelajaran Digital

  • Whatsapp
Ilustrasi digitalisasi di dunia pendidikan.
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Sejumlah sekolah di Kabupaten Bandung terus berbenah untuk menyesuaikan rencana pola pendidikan Disdik Kabupaten Bandung di tahun 2020. Rencana pola pendidikan di Kabupaten Bandung sendiri akan diubah menjadi digital.

Salah satu sekolah yang kini tengah merintis digitalisasi dalam pembelajaran siswa yaitu SMPN 1 Baleendah. Menurut Kepsek SMPN 1 Baleendah E Sopandi, digitalisasi pembelajaran masih terus dirintis.

Read More

“Kami memang tengah merintis agar SMPN 1 Baleendah bisa menjadi sekolah berbasis digital,” kata Sopandi, Kamis 16 Desember 2020.

Untuk itu, kata dia, pihak sekolah tengah mengembangkan aplikasi berbasis Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran siswa.

Aplikasi itu, kata dia, menjadi landasan SMPN 1 Baleendah berubah menjadi sekolah digital. Kata dia, aplikasi tersebut nantinya juga bisa digunakan siswa untuk membuat tugas, ulangan, hingga laporan siswa oleh para guru.

“Aplikasi ini tentunya diharapkan bisa semakin membantu para siswa untuk menghadapi UNBK di tahun yang akan datang,” kata dia.

Selama dua tahun mengikuti UNBK, kata dia, memang SMPN 1 Baleendah belum memaksimalkan penggunaan TIK. Namun, Sopandi mengklaim jika UNBK yang telah ditempuh para siswa SMNP 1 Baleendah di tahun sebelumnya berjalan lancar.

“Ini juga berkat dukungan dari orang tua siswa yang bersedia meminjamkan komputer dan laptopnya untuk pelaksanaan UNBK,” kata dia.

Di tahun 2020 ini, kata Sopandi, SMPN 1 Baleendah masih mendapat dukungan dari ornag tua siswa. Sebab, untuk pelaksanaan UNBK di tahun ini, fasilitas yang dimiliki SMPN 1 Baleendah masih belum memadai.

“Kami butuh 200an laptop atau komputer. Dan yang terkumpul pinjamannya baru 100an. Pengumpulan laptop pinjaman dari orang tua siswa ini masih berjalan,” ujar dia seraya mengatakan jika jumlah siswa peserta UNBK di tahun 2020 ini mencapai 500an siswa.

Sementara itu, SMPN 2 Cileunyi masih terus berusaha mengejar rencana pola digitalisasi pendidikan yang digaunkan Disdik Kabupaten Bandung. Pasalnya, SMPN 2 Cileunyi masih belum memanfaatkan TIK dalam proses belajar mengajar hingga saat ini.

“Aplikasi pembelajaran belum kami miliki. Jadi masih dalam tahapan mengejar dan menyesuaikan,” kata Wakasek SMPN 2 Cileunyi, E.R Djungjunan.

Sementara untuk pelaksanaan UNBK di tahun ini, ucap Djungjunan, pihak sekolah tengah meminta dukungan orang tua siswa melalui komite sekolah terkait fasilitas. Selama empat tahun menghadapi UNBK, SMPN 1 Cileunyi memang tidak pernah mengandalkan TIK.

“Untuk Try Out saja kami masih manual secara tertulis. Karena memang belum memiliki fasilitasnya,” kata dia.

Jangankan untuk pelaksanaan Try Out secara online, kata Djungjunan SMPN 2 Cileunyi bahkan belum memiliki atau merintis aplikasi pembelajaran bagi siswa.

“Untuk pelaksanaan UNBK sendiri kami juga kekurangan fasilitas. Untuk komputer saja cuma punya 45. Padahal yang dibutuhkan sekitar 131 unit untuk 394 siswa dibagi menjadi 3 sesi,” kata dia.

Meski begitu, ia tak menampik jika TIK sangat dibutuhkan dalam proses pembelaran di era digital seperti sekarang ini. Oleh karena itu, ia berharap SMNP 2 Cileunyi bisa secepatnya mengembangkan produk pembelajaran digital untuk digunakan para siswanya.(put/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *