Nekat Membacok Supir Go Car, Pemuda asal Majalaya Ini Diganjar Timah Panas oleh Polisi

Kapolsek Majalaya, Kompol L Napitupulu menunjukkan sejumlah barang bukti kejahatan milik AR kepada sejumlah awak media di Mapolsek Majalaya, Rabu 15 Januari 2020.(notif.id)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – AR alias Apep (28) warga Kampung Rajadesa, Desa Cipaku, Kecamatan Majalaya terpaksa harus dilumpukan dengan timah panas oleh petugas kepolisian. Pasalnya, pemuda berusia 28 tahun pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) itu melawan saat hendak ditangkap.

AR diketahui telah melakukan pembacokan kepada Didi Supriyadi, seorang supir Go Car pada 26 Desember 2019, sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah berhasil menganiaya korban, AR kemudian membawa kabur mobil Didi Supriyadi.

Kapolsek Majalaya, Kompol L Napitupulu mengatakan, akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka bacok di kepala, tangan, dan luka tusuk di perut.

“Kronologi kejadian, pelaku berpura-pura menjadi penumpang Go Car dengan tujuan Caringin-Majalaya. Setiba di Jalan Baru Majalaya, pelaku kemudian meminta korban untuk menghentikan mobilnya dengan alasan ingin buang air kecil,” kata kapolsek di Mapolsek Majalaya, Rabu 15 Januari 2020.

Korban, lanjut dia, kemudia menghentikan laju mobilnya. Setelah itu, pelaku langsung membacok kepala korban sebanyak tiga kali dengan menggunakan golok. Setelah itu korban kemudian keluar mobil dan dikejar oleh pelaku.

Setelah keluar dari mobil, pelaku sempat mau menusuk korban. Namun korban menangkis golok pelaku dengan tangan. Korban mengalami luka di tangan kanan dan kiri. Perut korban juga terluka meski tidak sampai tertusuk.

“Korban kemudian diancam akan ditembak. Korban pun lari ke perumahan warga untuk meminta tolong. Sedangkan pelaku membawa mobil korban berikut tiga buah hp yang ada di dalam mobil,” kata dia.

Kapolsek mengatakan, tim Buser dari Polsek Majalaya, Polresta Bandung, dan Polda Jabar langsung mengejar pelaku. Mobil yang dibawa kabur pelaku sempat ditemukan. Namun, pelaku tidak berada di tempat.

Tak lama, polisi mendapat informasi jika pelaku telah kembali ke kampung halamannya dari pelariannya. Sesaat itu petugas langsung menangkap pelaku ketika berada di Jalan Baru Majalaya.

“Saat ditangkap, pelaku sempat melawan. Karena membahayakan petugas, petugas kemudian melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki pelaku,” kata dia.

Motif curas tersebut, kata Napitupulu, karena pelaku terdesak membutuhkan uang untuk biaya hidup sehari-hari. Dari pengakuan pelaku, ia telah melakukan aksi curasnya sebanyak dua kali.

Dalam kasus tersebut, kata kapolsek, selain mengamankan AR petugas kepolisian juga mengamankan DAK yang berperan sebagai penadah.

“Kami amankan juga DAK, karena telah terbukti menjadi penadah sebuah handphone milik korban yang dijual oleh pelaku,” kata dia.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sejumlah alat bukti kejahatan. Diantaranya sebuah mobil Calya bernopol D 1211 AHA, tiga buah handphone milik korban, satu buah hp milik tersangka, satu buah golok, dan satu buah jaket milik tersangka.

Atas perbuatan jahatnya, ujar Napitupulu, AR dijerat Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun. Sementara DAK dijerat Pasal 480 KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama empat tahun penjaran.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here