Temu Kedua Menlu RI-Jepang, Bincang Kerjasama Sampai Hibah Kapal Pengawas di Natuna

Menlu Retno Marsudi bersama Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dalam pertemuan ke-7 Strategic Dialogue RI-Jepang, di Jakarta, Jumat 10 Januari 2020. (Foto: Kemlu RI)
Menlu Retno Marsudi bersama Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dalam pertemuan ke-7 Strategic Dialogue RI-Jepang, di Jakarta, Jumat 10 Januari 2020. (Foto: Kemlu RI)

NOTIF.ID, JAKARTA – Pertemuan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi sepakat melakukan kerja sama bilateral antar kedua negara pada pertemuan ke-7 Strategic Dialogue RI-Jepang di Jakarta, pada Jumat, 10 Januari 2020.

Jepang merupakan mitra dagang dan investasi terbesar kedua di Indonesia. Pada periode Januari-September 2019, nilai perdagangan bilateral sebesar US$ 23,85 miliar dan nilai investasi Jepang mencapai US$ 3,24 miliar dari 2.810 proyek.

Dilansir dari Tempo.co, tertuang dalam pertemuan kedua Menlu pada jumat lalu. Pemerintah Jepang berkomitmen akan memperluas investasi dan mendukung modernisasi industri dan keinginan Indonesia menjadi hub re-ekspor produk manufaktur Jepang di kawasan sekitar. Serta mendukung prioritas Pemerintah Republik Indonesia di bidang ekonomi dan peningkatan SDM Indonesia.

“Kami siap berikan dukungan untuk pengembangan pelatihan vokasi dan pelatihan Bahasa Jepang, termasuk bagi aparatur sipil negara dan tenaga kerja terampil Indonesia yang akan dikirim ke Jepang,” ucap Menlu Jepang, Motegi Toshimitsu.

Retno pun mengundang Jepang untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan konsep smart metropolis ibu kota baru, seperti klaster pendidikan dan kota berdimensi hutan.

Melalui Menlu Motegi Toshimitsu, Jepang telah sepakat untuk mengintensipkan kerja sama pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam pulau terluar Indonesia.

Retno Marsudi, mengatakan bahwa pemerintah Jepang akan memberikan hibah kapal pengawas perikanan dan menjajaki pengembangan pariwisata di Tanah Air.

“Khusus untuk Natuna, selain industri perikanan, Jepang akan membantu hibah kapal pengawas perikanan dan menjajaki pengembangan industri pariwisata,” kata Retno dalam keterangan resmi yang diunggah di laman setkab.go.id, Sabtu, 11 Januari 2020.

Guna mendukung kampanye sawit Indonesia, Jepang siap mengirimkan tim ahli untuk membantu meningkatkan aspek keberlanjutan sawit Indonesia.

Kedua Menlu juga sepakat mendorong penyelesaian outstanding issues pada perundingan review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) serta menyelesaikan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 2020.

Tak hanya membahas kerjasama bilateral saja, keduanya bertukar pikiran mengenai situasi di kawasan dan global, antara lain kerja sama Indo-Pasifik, Rakhine State, serta situasi di Timur Tengah dan Laut China Selatan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here