Pemerintah Iran Blunder, Warganya Protes Soal Penembakan Pesawat Ukraina

Sejumlah warga protes dan turun ke jalan tuntut Ayatollah ( Foto: REUTERS /West Asia News Agency/Nazanin Tabatabaee)
Sejumlah warga protes dan turun ke jalan tuntut Ayatollah ( Foto: REUTERS /West Asia News Agency/Nazanin Tabatabaee)

NOTIF.ID, INTERNASIONAL – Massa di Iran kembali berdemo meminta tanggung jawab pimpinan tertinggi mereka Ayatollah Khamenei atas jatuhnya pesawat Boeing milik Ukraine Internationals Airlines.

Insiden ini telah mengakibatkan tewasnya 176 orang karena tak sengaja ditembak jatuh oleh Iran pada Rabu, 8 Januari 2020.

Pengakuan Iran yang tak sengaja menembak jatuh pesawat Boeing milik Ukraine Internationals Airlines menuai polemik bagi masyarakat Iran sendiri. Hal ini menjadi momen bagi rakyat yang anti pemerintah untuk bergerak.

Sebagian warga Iran mengatakan ungkapan belasungkawa pihak berwenang tidaklah cukup. Bahkan sebagian massa yang berdemo sampai menuntut hukuman mati Ayatollah yang dianggap sebagai diktator.

“Ini waktu yang sangat sensitif bagi Iran, sekarang pemerintah menghadapi masalah kredibilitas yang serius. Setelah membuka kebenarannya, mereka juga salah mengatasi situasinya,” ujar pejabat senior di pemerintahan Iran yang tak mau menyebut namanya, dikutip dari Reuters, Minggu 12 Januari 2020.

Ungkapan belasungkawa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khameini dan Presiden Hassan Rouhani atas insiden tersebut dianggap gagal menenangkan warga Iran yang marah.

Sejumlah warga di Toronto, Kanada, Kamis (9/1), menyalakan lilin sebagai tanda penghormatan terakhir kepada korban pesawat Boeing 737 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. (Foto: Geoff Robins/AFP)
Sejumlah warga di Toronto, Kanada, Kamis (9/1), menyalakan lilin sebagai tanda penghormatan terakhir kepada korban pesawat Boeing 737 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. (Foto: Geoff Robins/AFP)

Warga Iran mengekspresikan kemarahan mereka terhadap pemerintah karena menyembunyikan kebenaran dengan menggunakan media sosial.

“Itu adalah tragedi nasional. Cara penanganannya dan diumumkan oleh pihak berwenang bahkan lebih tragis,” kata Ali Ansari, seorang ulama moderat, menurut kantor berita semi-resmi ILNA Iran, dikutip dari Reuters, 11 Januari 2020.

Banyak orang Iran bertanya mengapa pihak berwenang tidak menutup bandara Teheran dan wilayah udara Iran pada saat mereka akan siaga untuk pembalasan setelah serangan rudal itu.

“Mereka seharusnya membalas dendam keras terhadap Amerika, bukan rakyat,” tulis Mojtaba Fathi, seorang jurnalis, mengutip laporan New York Times.

Musibah jatuhnya pesawat itu telah membuat Iran berada di bawah tekanan dunia internasional. Dikutip dari reuters.com, Iran pada Jumat, 10 Januari 2020 telah memperlihatkan temuan kotak hitam pesawat tersebut.

Kotak hitam pesawat Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS 752 sudah diputuskan Iran akan dikirim ke Prancis pada Sabtu, 11 Januari 2020. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here