Miris, Dua Gadis asal Kabupaten Bandung Ini Dipaksa Menjadi PSK

Lima orang pelaku perdagangan anak yang berhasil dicokok Satreskrim Polresta Bandung.(ist)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Lima dari tujuh orang pelaku perdagangan anak berhasil dicokok Satreskrim Polresta Bandung. Kelima pelaku human trafficing tersebut kini telah mendekam di sel Mapolresta Bandung.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan melalui Kasatreskrim Polresta Bandung, AKP Agta Bhuana Putra mengatakan, korban kelima pelaku merupakan gadis yang berusia 16 tahun asal Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.

“Kedua korban berinisial PS dan YY. Keduanya masih berumur 16 tahun,” ujar Agta di Mapolresta Bandung, Jumat 10 Januari 2020.

Menurut Agta, kedua korban diiming-imingi dan dijanjikan bekerja di salah satu cafe di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, oleh para pelaku. Namun kenyataannya, kedua pelaku justru dipaksa menjadi pekerja seks komersial.

Belakangan diketahui, kelima pelaku terssbut yakni RS alias AA, RN, DN, FT, dan HM. Adapun kedua pelaku yang saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO) berinisial LN dan MR alias MMH. Polisi, kata dia, masih memburu kedua DPO tersebut.

Kasatreskrim Polresta Bandung, AKP Agta Bhuana Putra saat menjelaskan kronologi perdagangan anak asal Solokanjeruk di Mapolresta Bandung, Jumat 10 Januari 2020.(ist)

“Para pelaku memiliki peran berbeda-beda. RS berperan sebagai pemilik cafe. RN yang menawarkan pekerjaan. DN membantu membuat surat domisili, FT yang memilihkan baju, dan HM yang membawa kedua korban ke Pangkal Pinang untuk dijadikan PSK,” kata dia.

Baca Juga: EKSKLUSIF: Mengintip Sisi Gelap Sumedang, Suburnya Bisnis Prostitusi di Kawasan Pendidikan Jatinangor

Menurut Agta, kasus perdagangan anak tersebut terungkap setelah adanya laporan dari keluarga korban yang mengaku jika korban telah dibawa ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Kemudian, kata Agta, petugas langsung melakukan penyelidikan dan menjemput para korban.

“Betul saja, saat dijemput, kedua korban ternyata dipekerjakan oleh para pelaku menjadi PSK. Bukan pekerjaan yang pertana kali ditawarkan, yaitu bekerja di sebuah cafe,” kata dia.

Menurut Agta, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga telah menyita berbagai barang bukti dari tangan pelaku. Diantaranya, satu buah kaus berwarna merah, satu buah celana pendek berwarna biru, satu buah baju pendek dan rok pendek berwarna kuning, satu buah baju mini dress berwarna merah, dan satu buah baju mini dress berwarna hitam.

“Akibat perbutannya para pelaku di ancam dengan Pasal 76F Jo Pasal 83 sanksi pidana minimal 3 tahun maksimal 15 tahun dan Pasal 761 pasal 88 sanksi pidana maksimal 10 tahun,” kata dia.(put/ras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here