Asal Usul Uniknya Tahu Sumedang, Jadi Bikin Lezatnya Terbayang

Tahu Sumedang. (foto: @graciellafei via Instagrtam)
Tahu Sumedang. (foto: @graciellafei via Instagrtam)

NOTIF.ID, KULINER – Kota Sumedang, Jaraknya sekitar 45 km Timur Laut Kota Bandung. kota ini memiliki daya tarik wisata yang membuat pesonanya cukup seksi di lirik wisatawan.

Rasanya enggak lengkap kalau kita tidak mampir ke kedai tahu Sumedang saat kita berlibur ke kota satu ini.

Bila dengar nama tahu Sumedang nampaknya sudah enggak asing lagi di telinga. Rasa gurih dan lezatnya selalu terbayang di benak, apalagi melahapnya selagi hangat.

Tahu Sumedang memiliki sejarah asimilasi budaya Tiongkok yang panjang di dunia kuliner khas Jawa Barat.

Nah, mengingat akan kelezatannya, Notif punya 7 fakta menarik sejarah asal usul uniknya tahu Sumedang. Yuk Cekidot!

1. NEGERI CHINA

Tahu Sumedang pertama kali diperkenalkan oleh imigran asal China, yakni Ong Kino. Awalnya, dia datang melalui Pelabuhan Cirebon di awal 1900-an untuk berdagang.

Baca Juga:   Ini Aktivitas Iim dan Ayu yang Bisa Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah Meski Hanya Berdiam Diri di Rumah, Intip Yuk!

Lantaran insting berdagangnya kuat, dia pun mendirikan sebuah pabrik tahu di kota Sumedang.Tahu sendiri berasal dari bahasa Mandarin, Doufu dan sering dihidangkan kala ada pesta rakyat bersama warga asal China.

2. TURUN KE ANAK

Namun, tahu Sumedang justru baru hadir saat usaha pabrik tahu Ong Kino dipegang oleh anaknya, yakni Ong Bungkeng pada 1917.

Yang bikin berbeda tahu Bungkeng dengan tahu pada umumnya adalah pada prosesnya menggunakan larutan biang yang berasal dari asam cuka. Dengan resep ini, tahu bakal terlihat lebih garing dan gurih saat disantap panas-panas.

3. DILIRIK PANGERAN

Nikmatnya tahu Sumedang Ong Bungkeng nyatanya sampai ke telinga Pangeran Soeriaatmadja atau Pangeran Mekkah, bupati Sumedang kala itu.

Baca Juga:   Cerita Dibalik Kadedemes, Kuliner Khas Sunda dari Kulit Singkong

Ia sengaja mampir ke kedai Ong Bungkeng saat dalam perjalanan menuju Situraya. “Ngeunah geuning ieu kadaharan teh, moal burung payu geura. (Lezat dan enak makanan ini pasti akan laku keras sekali),” kata sang Pangeran.

4. BERAWAL TIGA PEGAWAI

Kepopuleran tahu Sumedang pun melesat usai di lirik Pangeran Sumedang. Bermodalkan tiga pegawai, Ong Bungkeng pun makin semangat menekuni usaha tahu ini.

Virus tahu Sumedang meluas ke daerah-daerah seperti Bandung hingga Subang, tak lain adalah berkat tiga pegawainya yang memutuskan keluar dan membangun usaha tahu Sumedang mereka sendiri.

5. TIDAK PERNAH SURUT

Minat masyarakat Indonesia terhadap tahu Sumedang nyatanya enggak pernah surut. Ini yang dianggap sebagai alasan tahu Sumedang tetap laris meski usianya sudah 100 tahun.

Baca Juga:   Itadakimasu! Tengok Yuk Manfaat dan Kelezatan Miso dari Negeri Sakura

Terdapat sekitar 200 pabrik tahu di Sumedang yang produktif memproduksi tahu ini. Termasuk kedai tahu Bungkeng yang sekarang di pegang oleh generasi ketiga, Suryadi Kim.

6. SOAL KEDELAI DAN AIR

Waktu dulu, kedelai yang digunakan bisa bertahan enam bulan lamanya. Kini, kedelai hanya bisa bertahan empat bulan. Sayangnya, banyak kedai tahu Sumedang masih bisa dibilang seadanya. Ini sangat mempengaruhi kualitas dari rasa dan tekstur tahu Sumedang itu sendiri.

7. SIAP MEDUNIA

Mantan Ketua MPR, Zulkifli Hasan, sempat mengatakan meski terkesan sederhana, tahu Sumedang punya kans untuk menjadi fenomena di dunia.

“Tahu Sumedang adalah contoh usaha rakyat yang tetap eksis. Harus ada dukungan penuh agar tahu Sumedang bukan hanya bertahan, tapi juga bisa mendunia,” kata Zulkifli dilansir dari Jawapos. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here