Pesawat Ukraina Boeing 737, Dituding AS dan Kanada Jatuh Ditembak Rudal Iran

Gambar puing-puing rudal dilaporkan ditemukan di dekat tempat kejadian (foto: dailymail)

NOTIF.ID, INTERNASIONAL – Tudingan AS, Kanada, Inggris dan Australia menyalahkan Iran atas jatuhnya pesawat Boeing 737-800, Ukraina Air pada Rabu pagi, 8 Januari 2020 yang menewaskan 176 orang disinyalir bukan murni kecelakaan pesawat, namun diduga telah ditembak jatuh oleh Iran.

Sebelumnya diberitakan, Pesawat Ukraina berjenis Boeing 737-800 dilaporkan jatuh di Parand, wilayah barat daya Teheran. Pesawat jatuh tidak lama setelah Iran meluncurkan rudal ke pangkalan di Irak yang menampung pasukan AS, Rabu 8 Januari 2020.

Tudingan tersebut disertai dengan data rekaman video yang tampaknya menunjukkan saat rudal Iran menembak jatuh pesawat itu.

Intelejen AS mengatakan bahwa mereka mendeteksi sistem radar sedang dinyalakan dan gelombang infra merah dari dua peluncuran rudal, mungkin SA-15, diikuti tak lama oleh gelombang infra merah lain dari ledakan.

Foto yang dibagikan di media sosial juga tampak menunjukkan rudal anti-pesawat yang menabrak pesawat, ditemukan di dekat lokasi kecelakaan.

gambar puing-puing pesawat muncul untuk menunjukkan lubang pecahan peluru di pesawat. (foto: Abolfazle Mahrokh/ISNA via dailymail)
gambar puing-puing pesawat muncul untuk menunjukkan lubang pecahan peluru di pesawat.
(foto: Abolfazle Mahrokh/ISNA via dailymail)

Terlepas dari pernyataan itu, Teheran masih menolak untuk mengklaim bertanggung jawab atas penembakan pesawat itu. Iran mengundang pejabat Kanada dan AS untuk menyelidiki lokasi kecelakaan setelah para ahli Iran telah menyisir puing-puing.

Dilansir dari Newsweek, Dua pejabat Pentagon menduga bahwa rudal itu kemungkinan diluncurkan karena kesalahan oleh kru anti-pesawat Iran menunggu tanggapan AS terhadap serangan roket Iran ke basis militer AS di Irak beberapa jam sebelumnya.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengatakan negaranya memiliki data dari berbagai sumber intelejen yang menunjukkan bahwa pesawat Ukraina yang jatuh di Teheran beberapa waktu lalu disebabkan oleh serangan rudal Iran.

“Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber, termasuk sekutu kami dan intelijen kami sendiri. Bukti menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran,” kata Trudeau seperti dikutip dari AFP, Jumat 10 Januari 2020.

PM Inggris, Boris Johnson, Bersikeras mengatakan ‘para ahli Inggris terbaik’ harus dilibatkan dalam penyelidikan insiden itu.

PM Australia, Scott Morrison juga mengatakan pemerintahnya telah menerima intelijen yang menunjukkan jatuhnya pesawat jet Ukraina Ukraina di Iran tidak disengaja.

Dia berpendapat sangat mungkin bahwa Iran menembak jatuh pesawat yang jatuh di dekat Teheran pada hari Selasa. Mereka mengatakan serangan rudal yang berapi-api itu bisa menjadi kesalahan di tengah peluncuran roket dan ketegangan tinggi di seluruh wilayah.

Atas kejadian jatuhnya pesawat pesawat Boeing 737-800, Ukraina Air. Semua penerbangan hari ini ke Teheran juga telah dibatalkan oleh operator.

Dikutip laporan dari Associated Press, sejumlah maskapai sipil internasional lainnya turut mengambil langkah yang serupa. Kebijakan ini menyusul larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengingat konflik yang terjadi di kawasan tersebut. (*)

Sumber: dailymail.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here