Loh kok Bisa, Susi Dituding Jadi Penyebab Kapal China Masuk ZEE Natuna

Bambang Haryo Soekartono, mantan anggota DPR Fraksi Gerindra. (foto: TimesIndonesia)
Bambang Haryo Soekartono, mantan anggota DPR Fraksi Gerindra. (foto: TimesIndonesia)

NOTIF.ID, Pengamat transportasi darat dan laut, Bambang Haryo Soekartono punya pendapat berbeda mengenai maraknya kapal China di perairan Natuna.

Bambang mengatakan, perairan ZEE Natuna dimasuki China karena minim aktivitas kapal tangkap nelayan Indonesia.

Menurutnya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, telah melarang aktivitas kapal nelayan ukuran 150 GT yang dianggap menimbulkan kerusakan lingkungan.

Akibatnya, Kata Bambang, ribuan kapal nelayan dengan GT diatas 150 GT bertonasi besar ini mangkrak di Muara Baru, Muara Angke, Indramayu, Pekalongan, Pati, dan Banyuwangi.

Dilansir dari Tempo.co, mantan Menteri Susi Pudjiastuti, telah menerbitkan Peraturan Dirjen Tangkap melalui SE No D1234/DJPT/PI470D4/31/12/2015 tentang Pembatasan Ukuran GT Kapal Perikanan pada Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)/SIPI/SIKPI.

Peraturan ini dinilainya membatasi aktivitas kapal nelayan tanah air.
“Kebijakan tersebut membuat perairan ZEE Natuna kosong, sehingga kapal China dengan leluasa masuk,”

“Kapal-kapal kecil tidak mampu mencapai perairan ZEE. Tidak mampu menghadapi gelombang yang besar. Kemudian, efisiensi daya angkut hasil ikan yang tidak visible dari sisi teknis dan ekonomis dibandingkan biaya operasional,” kata mantan anggota DPR dari Fraksi Gerindra ini.

Bambang pun meminta pencabutan aturan yang membelenggu nelayan lokal. Sebab, aktivitas nelayan ini membantu pemerintah mempertahankan kedaulatan negara di ZEE Natuna.

“Mereka juga bisa turut serta mengamankan dan menjaga laut kita dari kapal-kapal china atau asing,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here