Bupati Bandung Khawatir Kasus OTT Pejabat Disdik Digoreng untuk Kepentingan Politik

Ilustrasi Pungutan Liar (pungli).(notif.id)

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung Dadang M Naser langsung mengumpulkan semua kepala dinas di Rumah Dinasnya, Senin 6 Januari 2020, menyusul adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menangkap salah satu pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

Menurut bupati, seluruh kepala dinas dikumpulkan dengan maksud menekankan sisi pengawasan intern kepada anak buah di instasi masing-masing. Pasalnya, meski pengawasan ditekankan terus menerus, tetap saja ada ASN yang menabrak lampu merah (aturan).

“Sudah berkali-kali saya ingatkan padahal. Ada juga pengawasan intern secara berjenjang, dan pengawasan kepala dinas ke bawahannya agar bisa memahami alur hukum. Tapi masih saja ada yang menabrak lampu merah,” kata Dadang M Naser seusai melakukan rapat koordinasi dengan seluruh kepala dinas di Rumah Dinasnya.

Baca Juga:   Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dan Ekstasi Seharga 70 Juta di Kabupaten Bandung

Bupati mengklaim saat ini situasi pelayanan publik di Kabupaten Bandung tengah adem-ademnya. Namun, ademnya situasi tersebut justru dicoreng dan diciderai dengan peristiwa OTT.

“Saya sebagai kepala daerah sangat prihatin sekali. Makanya saya kumpulkan semua kepala dinas agar fungsi pengawasan lebih ditekankan lagi. Sehingga ke depan, tidak akan ada lagi peristiwa serupa,” kata dia.

Terlebih, di situasi menjelang Pilkada 2020 saat ini, ia khawatir berita miring yang muncul di lingkungan Pemkab Bandung akan digoreng oleh orang-orang yang memiliki kepentingan politik.

Bupati Bandung, Dadang M Naser.(notif.id)

“Takutnya nanti digoreng. Dicari kebijakan siapa ini? Padahal kalau saya jelas, saya menekankan agar semua ASN tidak sekali-sekali melanggar atau melawan hukum. Apalagi dengan dalih memperkaya diri sendiri,” kata dia.

Baca Juga:   Baru Diresmikan, Alun-Alun Cicalengka Sudah Rusak, Warga: Revitalisasi Dilakukan Secara Asal-Asalan

Sebelumnya diberitakan, Tim Satgas Saber Pungli Jabar melakukan OTT terhadap Kabid SMP Dinas Kabupaten Bandung berinisial MS. MS ditangkap saat melakukan pungutan liar di salah satu SMP di Pameungpeuk.

OTT tersebut dilakukan pada Jumat 3 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat OTT Tim Sargas Saber Pungli turut mengamankan 7 orang kepala sekolah yang tengah menyetorkan uang kepada MS. Setiap kepala sekolah menyetor uang senilai Rp 7,5 juta.

“Tim menemukan uang senilai Rp 52 juta di dalam plastik berwarna hitam yang dicampur dengan sejumlah makanan ringan,” kata dia.

Menurut dia, selain pejabat Disdik Kabupaten Bandung, Tim Satgas Saber Pungli juga mengamankan enam orang saksi. Keenam orang tersebut S, AH, LS, TR, dan D. Sejumlah saksi tersebut dibawa ke Posko Satgas Saber Pungli Jabar untuk diinterogasi.

Baca Juga:   Rentan Tertular COVID-19, Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Bandung Kesulitan Mendapat Masker

“Kami amankan semua orang yang tengah berkumpul untuk menyetorkan uang pungutan ke MS. Kita tangkap dan kita gelar perkara. Para kepala sekolah yang terkena OTT ini mereka adalah penerima DAK tahun 2019,” kata dia seraya mengucap bahwa kasus tersebut telah dilimpahkan ke Diskrimsus Polda Jabar.(put/ell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here