Komnas Perempuan Sebut Adanya Diskriminal dalam Kasus Video Syur Gisel

  • Whatsapp
Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani (Foto: Dok Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani via MediaIndonesia)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Penetapan artis cantik Gisella Anastasia (Gisel) sebagai tersangka atas kasus video syur menjadi polemik dikalangan publik. Komnas Perempuan pun bahkan menyebutkan adanya diskriminal terhadap Gisel dalam kasus ini.

Dilansir dari detikcom, Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani menyebutkan,  bahwa tindak pidana pada kasus ini tercampur dengan moralitas masyarakat awam.

Read More

Dirinya mengatakan, bahwa pihak Gisel maupun Michael Yukinobu Defretes alias Nobu (MYD) tak ada niat untuk menyebarluaskan video syur mereka.

Menurutnya, kasus ini seharusnya hukum lebih menyoroti pada pelaku penyebaran video syur di media sosial.

“Tindak pidananya sendiri itu bercampur dengan pengukuran kita tentang moralitas secara awam. Jadi kalau dilihat kurang-kurangnya dengan informasi yang beredar ini tidak ada maksud untuk disebarluaskan pembuatannya dan seharusnya fokus perhatian ada pada penyebarluasan,” ungkap Andy.

Dirinya pun menegaskan, bahwa hukum sebaiknya memberikan sikap yang berbeda, bukan justru melakukan diskriminasi. Menurutnya, pokok permasalahan sebaiknya disorot pada oknum penyebar video.

“Orang yang justru berada pada posisi yang dirugikan atas penyebarluasan itu kan semestinya justru disikapi dengan cara yang berbeda, jangan di diskriminalkan,” tuturnya.

Nah ini yang kita pikir memang jurang hukum yang sedari awal memang sudah dibaca ya oleh Komnas Perempuan,” katanya.

Sebagai Informasi, Gisel ditetapkan sebagai tersangka pada 28 Desember 2020. Hal itu berdasarkan pengakuan dari Gisel dan Nobu yang memang menjadi oknum dalam video syur tersebut.

Gisel dan Nobu mengaku sudah membuat video tersebut pada 2017 di salah satu hotel kawasan Medan, Sumatera Utara. Hal ini dijelaskan Gisella Anastasia saat pemeriksaan kedua di Polda Metro Jaya pada 23 Desember 2020.

“Saudari GA mengakui dan MYD mengakui bahwa yang bersangkutan yang ada di video tersebut yang beredar di media sosial, itu adalah dirinya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Atas kasus ini, mantan istri Gading Marten itu dan Nobu dikenakan Undang Undang Pornografi oleh Polda Metro Jaya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *