Dituding Terlibat Korupsi Bansos COVID-19, Gibran: Kalau Mau Korupsi Kenapa Baru Sekarang?

  • Whatsapp
Cawalkot Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Fajar Sodiq via Viva.co.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Ramai di pemberitaan, diduga terlibat korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19, Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat bicara. Dirinya membantah turut terlibat dalam tindakan tak terpuji itu.

Dirinya yang merupakan putra sulung Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, menyebutkan bahwa tudingan itu tak berdasar. Lantaran, menurut pengakuannya, ia belum pernah bertemu dengan eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Read More

“Itu enggak benar itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Itu berita yang tidak benar,” katanya, usai menyalurkan bantuan asupan gizi kepada warga RT 01 RW 02, Kelurahan Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, pada Senin, 21 Desember 2020.

Dikutip dari CNNIndonesia, sebelumnya Gibran disebut-sebut merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) untuk mengerjakan pembuatan tas kain (goodie bag) Bansos COVID-19.

Namun, Gibran menampik hal tersebut. Gibran pun mengaku tak pernah bertemu dengan Juliari P Batubara. Apalagi berkomunikasi terkait pengadaan tas kain untuk penyaluran Bansos COVID-19.

“Kenal sih kenal. Tapi belum pernah ketemu sama sekali. Apalagi merekomendasikan goodie bag. Enggak pernah sekalipun,” terangnya.

“Kalau mau korupsi kenapa baru sekarang, enggak dulu-dulu? Kalau pengen proyek ya proyek yang lebih gede. PLN, Pertamina, jalan tol. Itu nilainya triliunan. Tapi saya enggak pernah seperti itu,” ungkapnya.

Dirinya pun membantah isu bahwa uang hasil korupsi bansos COVID-19 mengalir ke sejumlah calon kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada 2020.

Dirinya pun dengan tegas mempersilakan semua pihak untuk memeriksa aliran dana kampanye yang ia gunakan pada Pilkada Kota Solo 2020.

“LHKPN, dana kampanye, silakan dicek saja. Semuanya online kok. kalau mau jelas ya ketemu Bu Roro (Bendahara DPC PDIP Solo, Roro Indradi Sarwo Indah). Saya nggak pernah ada yang ditutup-tutupi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku tidak tahu menahu mengenai aliran dana bantuan soisal. Menurutnya, dana operasional tim pemenangan PDIP Solo dihimpun dari patungan kader-kader PDIP.

“Kaos kita bikin sendiri, patungan kader partai, eksekutif, dan legislatif,” katanya.

Hadi mengaku tidak pernah mencampuri dana kampanye yang dihimpun oleh Gibran dan timnya.

“Saya enggak ngerti, wong saya juga enggak pernah minta uang kok. Mas Gibran dananya dari mana ya silakan tanya ke sana sendiri. Tugas saya cuma memenangkan,” katanya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *