Puan Maharani Dukung Pemerintah RI Tak Membuka Hubungan Diplomatik Dengan Israel

  • Whatsapp
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: net)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyebutkan bahwa dirinya turut mendukung langkah Pemerintah Republik Indonesia (RI) yang menegaskan tak akan membuka hubungan diplomatik dengan negara Israel.

Dikutip dari Sindonews, menurutnya bahwa langkah yang dilakukan oleh Pemerintah RI sesuai dengan sikap konsisten dalam mendukung kemerdekaan negara Palestina.

Read More

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel,” katanya, pada Jumat, 18 Desember 2020.

Menurut Putri dari Presiden RI ke-5 ini, bahwa prinsip two state solution yang mensyaratkan kemerdekaan Palestina dan menyelesaikan masalah Palestina, menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh Israel.

“Tanpa ada pengakuan Israel atas kemerdekaan Palestina, Indonesia tegas tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” terangnya.

Dirinya pun menambahkan, penegasan ini perlu disampaikan menyusul adanya isu pembukaan hubungan diplomatik RI-Israel yang diembuskan media-media Israel bersamaan dengan dibukanya hubungan diplomatik beberapa negara Timur Tengah dengan Israel.

Menurutnya, di Indonesia sendiri isu tersebut makin menguat, seiring pembukaan kembali calling visa untuk warga beberapa negara dengan kerawanan tertentu, termasuk Israel.

Ia menjelaskan, calling visa sudah berlaku sejak 2012 berdasarkan Permenkumham Nomor.M.HH-01.GR.01.06 Tahun 2012 dan tidak menggoyahkan sikap RI terkait dukungan pada Palestina dan menentang penjajahan Israel.

Alasan dibukanya kembali pelayanan calling visa, kata dia, adalah mengakomodasi hak-hak kemanusiaan para pasangan kawin campur, dan kunjungan bisnis. Calling visa hanya untuk warga dari negara dengan tingkat kerawanan ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan keimigrasian. Karena tingkat kerawanan tersebut, negara calling visa menjadi cluster terakhir yang diberikan relaksasi permohonan visa setelah pembatasan orang asing masuk wilayah Indonesia.

“Pemerintah harus hati-hati dan cermat soal ini. Dipersiapkan dengan baik, jangan sampai soal calling visa ini dijadikan isu atau pintu masuk seolah-olah RI akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Pastikan sesuai dengan aturan internasional dan terus kuatkan komunikasi dengan pihak Palestina,” kata Puan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *