8 Hikmah Dibalik Mukjizat yang Diberikan oleh Allah SWT Kepada Nabi

  • Whatsapp
Ilustrasi Mukjizat Nabi Isa AS untuk membelah lautan yang dibernikan oleh Allah SWT. (Foto: net)
Perkiraan waktu baca: 8 menit

NOTIF.ID, ISLAMI – Dalam tugasnya untuk membimbing umat manusia di kala itu untuk menyembah kepada Allah SWT semata. Allah SWT telah mengutus seorang utusan, yakni Nabi dan Rasul.

Jumlah seluruh Nabi yang sesungguhnya memang tak terhitung. Namun dalam Islam, kita wajib mengimani 25 Nabi dan Rasul.

Read More

Sebagai manusia yang terpilih, para Nabi dan Rasul memiliki sifat-sifat yang mulia. Mereka senantiasa menjalankan perintah dan ajaran AllahSWT.

Selain diutus untuk membenahi kaum yang menyimpang, mereka pun telah dikaruniai suatu mukjizat, yakni suatu kejadian luar biasa yang sekaligus menjadi bukti keabsahan risalah yang mereka sampaikan kepada umat serta membenarkan kenabiannya yang diberikan oleh Allah SWT.

Kata mukjizat [المعجزة] turunan dari kata al-Ajz [العجْز] yang artinya tidak mampu untuk melakukan sesuatu.

Sementara secara istilah syar’i, mukjizat adalah kejadian luar biasa yang Allah SWT berikan kepada para Nabi-Nya sebagai bukti status kenabian mereka. (ar-Rusul wa ar-Risalat, Umar al-Asyqar, hlm. 86).

Ar-Razi memberikan definisi mukjizat secara urf (istilah masyarakat),

بأنّها أمر خارق للعادة ، مقرون بالتحدي، سالم عن المعارضة

Kejadian luar biasa, yang diiringi dengan tantangan, tanpa ada satupun perlawanan. (Lawami’ al-Anwar al-Bahiyah, 2/289)

Sementara itu, dalam al-Quran, Allah SWT menyebut mukjizat dengan ayat.

Allah SWT berfirman,

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ

Sungguh Aku telah berikan kepada Musa 9 ayat yang jelas. (QS. al-Isra: 101)

Yang dimaksud kata ‘ayat’ pada ayat di atas adalah mukjizat.

Setiap Nabi memiliki mukjizat masing-masing yang tertulis dalam Al-Quran dan Hadits. Berikut, Notif rangkum dari berbagai sumber terpercaya mengenai 8 mukjizat Nabi yang bisa kita petik hikmahnya.

1. Nabi Nuh AS

Kisah nabi Nuh AS merupakan satu bukti mukjizat diberikan pada nabi sebagai utusan Allah SWT. Salah satu kisah Nabi Nuh yang kerap diceritakan kembali adalah bagaimana ia dan kaumnya selamat dari bencana banjir setelah menaiki perahu besar.

Nabi Nuh AS beserta pengikutnya bergotong-royong membuat sebuah bahtera atau kapal besar dari kayu karena percaya sebuah azab akan datang.

Ketika harinya tiba, banjir dahsyat pun datang. Nabi Nuh AS beserta pengikutnya yang berada di atas kapal selamat dari azab tersebut. Kisah Nabi Nuh tertera dalam Al-Quran, yang berbunyi:

“Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal,”(Asy-Syu’ara ayat 119-120).

Kapal Nabi Nuh AS kemudian menepi di pegunungan Arafat. Setelah banjir surut, Allah SWT perintahkan Nabi Nuh untuk memulai kehidupan yang baru.

2. Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu dari nabi utama utusan Allah SWT yang diberi gelar Ulil Azmi.

Nabi Ibrahim AS memiliki sejumlah mukjizat, salah satunya tak terbakar saat dirinya dihukum dibakar oleh raja Namrud.

Mukjizat tersebut tertera dalam firman Allah SWT di Al-Quran, sebagai berikut:

“Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan itu mereka orang-orang yang paling merugi.”(QS. Al- Anbiya’ ayat 68-70).

3. Nabi Ismail AS

Nabi Ismail AS merupakan putra dari Nabi Ibrahim AS. Kisah kesabaran ayah dan anak dalam menjalani perintah Allah SWT merupakan bukti kenabian keduanya.

Di suatu hari, Nabi Ibrahim AS bermimpi dirinya menyembelih sang anak, yakni Nabi Ismail AS. Ia menafsirkan bahwa mimpi tersebut adalah perintah Allah SWT. Hal tersebut tertera dalam Al-Quran:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’. Ia menjawab: ‘Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS. As-Saffat ayat 102).

Dengan kesabaran dan iman, Nabi Ismail AS mengiyakan perintah Allah SWT tersebut. Ketika Nabi Ibrahim AS menyembelih Nabi Ismail AS, Allah SWT mengganti tubuh Nabi Ismail AS dengan seekor biri-biri.

“Wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. As-Saffat ayat 104-107).

Kisah ini merupakan cikal-bakal dari konsep kurban saat umat muslim merayakan hari raya Idul Adha setiap tahunnya. Hikmah dari kejadian tersebut dalah bahwa kerikhlasan dalam memberi kelak akan mendapat balasan dari Allah SWT.

4. Nabi Musa AS

Salah satu kisah mukjizat Nabi yang kerap diceritakan turun temurun adalah bagaimana Nabi Musa AS membelah laut ketika lari dari kejaran Firaun. Nabi Musa AS merupakan salah satu nabi utama utusan Allah SWT yang memiliki gelar Ulul Azmi.

Alkisah, karena tak kuat dengan kezaliman Firaun, Nabi Musa AS dan pengikutnya memutuskan untuk pindah melarikan diri dari Mesir menuju Syam. Namun, di tengah perjalanan mereka terjebak laut merah dan tak bisa melintas.

Sementara itu, Firaun yang mendengar kabar tersebut mengajak tentaranya mengejar Nabi Musa AS di perjalanan melarikan diri. Saat itu, turun wahyu Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk memukulkan tongkatnya.

“Pukullah lautan itu dengan tongkatmu” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS:Asy-Syu’ara Ayat: 63).

Setelah tongkat dipukulkan, laut merah terbelah sehingga membentuk jalur. Nabi Musa AS dan pengikutnya pun kemudian dapat melintasi jalan tersebut.

Sementara, ketika Firaun dan tentaranya berusaha mengikuti jalan Musa tersebut, laut merah kembali menyatu dan menenggelamkan mereka.

“Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS:Asy-Syu’araa Ayat: 65-67).

5. Nabi Sulaiman AS

Nabi Sulaiman AS dikaruniai mukjizat dapat berbicara dengan hewan dan menundukan bangsa Jin. Dalam Al-Quran tercatat firman Allah SWT yang perihal kemampuan Nabi Sulaiman AS dapat berbicara dan memahami hewan.

“Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.” (QS An-Naml ayat 16)

“Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS An-Naml ayat 18)

6. Nabi Yunus AS

Kisah Nabi Yunus AS mengajarkan kita tentang bagaimana kesungguhan seorang makhluk bertaubat pada Allah SWT.

Salah satu yang diingat dari Nabi Yunus AS adalah bagaimana ia diselamatkan ketika dirinya tertelan dan masuk ke perut seekor paus.

Alkisah, di suatu perjalanan Nabi Yunus AS terombang-ambing di permukaan laut hingga akhirnya tenggelam. Tubuhnya kemudian terhisap dan tertelan seekor paus yang besar, sehingga Nabi Yunus terdampar di perut paus.

Rupanya, paus tersebut merupakan kiriman Allah SWT untuk Nabi Yunus AS. Nabi Yunus AS pun bertahan hidup dan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Kisah tersebut terdapat di Al-Quran:

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap,

“Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”-Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88).

7. Nabi Isa AS

Salah satu mukjizat yang diterima Nabi Isa AS adalah bagaimana beliau mampu menyembuhkan orang sakit hingga menghidupkan kembali orang yang telah mati.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran tentang mukjizat Nabi Isa AS yang merupakan bagian dari Ulul Azmi, atau Nabi utama utusan Allah SWT. Berikut kutipan Al-Quran yang mengisahkan mukjizat Nabi Isa AS:

“…Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku…” (QS.Al Maidah: 110).

Itu lah sejumlah mukjizat nabi-nabi yang hikmahnya bisa dijadikan pelajaran dalam hidup. Mukjizat merupakan bukti keabsahan bahwa nabi-nabi merupakan umat istimewa utusan Allah SWT untuk memimpin suatu masa keislaman.

8. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW merupakan manusia mulia yang menjadi Nabi dan Rasul terakhir umat muslim.

Rasulullah SAW juga memiliki beberapa sifat wajib, seperti shidiq (benar), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dipercaya) dan Fathonah (cerdas). Di samping itu, Rasulullah juga dibekali oleh Allah SWT berbagai macam mukjizat yang menakjubkan.

Membelah Bulan

Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang pertama ialah dapat membelah bulan menjadi dua. Peristiwa ini terjadi pada saat penduduk Mekkah meminta agar Rasulullah SAW membuktikan kenabiannya.

Pasalnya, pada zaman itu orang-orang kafir tidak memercayai bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan salah seorang nabi utusan Allah SWT.

Peristiwa terbelahnya bulan ini tercantum dalam sebuah hadits sahih, yang artinya:

Dari Anas, ia berkata: Penduduk Makkah meminta Nabi agar menunjukkan suatu bukti kenabian pada mereka, maka Nabi Muhammad SAW menunjukkan terbelahnya bulan. (HR Bukhari).

Air mengalir dari jari-jarinya

Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu Nabi yang diberi banyak mukjizat dari Allah SWT. Selain dapat membelah bulan menjadi dua, Rasulullah SAW juga dapat mengeluarkan air di sela-sela jarinya.

Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits berikut ini:

Dari Anas r.a. bahwasannya Nabi Muhammad SAW. pernah meminta air, lalu diberikan kepada beliau sebaskom air. Maka berwudhulah kaum muslimin dengan air itu. Aku memperkirakan jumlah mereka berkisar antara enam puluh sampai delapan puluh orang. Dan aku menyaksikan sendiri air itu keluar dari sela-sela jari beliau. (HR. Muslim).

Mukjizat Tentang Air Hujan

Pernah suatu hari ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhotbah ada seorang yang berdiri kemudian meminta Rasulullah SAW agar berdoa meminta hujan.

Ketika itu sedang terjadi kekeringan yang mengakibatkan beberapa hewan ternak mati karena kehausan.

Kemudian Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah SWT, seketika itu hujan pun turun dari langit. Peristiwa ini sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadits sahih berikut ini:

Anas berkata: Demi Allah SWT, kami tidak melihat awan mendung, gumpalan awan, dan sesuatu pun di langit, lalu muncullah awan mendung hitam dari belakang bukit Sala seperti lingkaran bergigi. Ketika awan hitam sampai di tengah dan menyebar, hujan turun sampai hari Jumat. (Imam Al- Bukhari).

Hidupnya Kerikil

Mukjizat Nabi Muhammad SAW berikutnya ialah dapat menghidupkan kerikil.

Dikutip dari laman NUOnline, peristiwa menghidupkan kerikil ini terjadi di sebuah halaqah. Pada saat itu, orang-orang di dalam halaqah melihat kerikil tersebut bertasbih di tangan Rasulullah SAW.

Peristiwa ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits berikut ini, artinya:

Dari Abu Dzar r.a. berkata: Sesungguhnya aku menyaksikan Rasulullah di dalam sebuah halaqah; di tangan beliau ada batu kerikil, lalu batu kerikil itu bertasbih di telapak tangannya. Bersama kami ada Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Alisemoga Allah merahmati semuanya maka orang-orang yang berada dalam halaqah semua mendengar tasbih batu-batu tersebut. (HR Thabrani).

Mukjizat Tentang Pelapah Kurma yang Menangis

Sebelum ada mimbar, Rasulullah SAW ketika sedang berkhotbah sering bersandar pada sebatang pelepah kurma.

Pada saat Rasulullah SAW telah dibuatkan mimbar untuk tempat khotbah, pelepah kurma yang biasa dijadikan sandaran beliau pun menangis.

Melihat peristiwa ini, kemudian Rasulullah SAW mendekati pohon kurma tersebut dan mengusapkan tangan kepadanya. Sebagaimana yang diceritakan dalam sebuah hadits berikut ini.

Kami mendengar suara dari batang kayu tersebut bagaikan suara unta yang hampir beranak lalu Rasulullah datang menghampirinya kemudian meletakkan tangan beliau pada batang kayu tersebut hingga akhirnya batang kayu itu terdiam (HR Bukhari)

Kitab Suci Al-Quran

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang masih dirasakan umat muslim hingga saat ini ialah kitab Suci Al-Quran.

Kitab umat muslim yang diturunkan berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari ini merupakan mukjizat Rasulullah SAW yang tidak dimiliki para nabi sebelumnya.

Kitab suci Al-Quran sejak zaman sahabat nabi hingga saat ini tidak ada perbedaan sama sekali. Hal ini membuktikan bahwa Kitab Suci Al-Quran sebagai petunjuk umat manusia dan menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *