[Cerita di Balik PHK] Gegara COVID-19, Eks Pramugari Ini Banting Setir Jadi Penjual Gas LPG

  • Whatsapp
Kolase foto mantan pramugari, Maurice Maureen Avila. (Foto: Cortesy Maurice Maureen Avila via Manila Bulletin)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, MANILA – Curahan hati seorang mantan pramugari asal Filipina, Maurice Maureen Avila,yang kini dirinya banting setir menjadi penjual gas LPG akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dikarenakan pandemi virus Corona (COVID-19) yang tak kunjung kelar mendapatkan banyak atensi dari warganet dunia.

Dikutip dari Manila Bulletin, Avila mengunggah curhatan di Social Networking Service (SNS) bahwa ia merupakan salah satu karyawan yang di PHK oleh maskapai penerbangan tempat dia bekerja dulu.

Read More

Avila dipecat pada 16 Oktober karena pandemi virus mematikan tersebut telah melumpuhkan bisnis penerbangan.

Awalnya, ia merasa terpukul dengan pemecatannya itu, karena ia telah menghabiskan masa baktinya selama tiga tahun. Namun, ia dipecat begitu saja.

“Setiap malam saya bertanya kepada Tuhan, mengapa Engkau mengambil impian saya? Saya bekerja keras untuk ini,” katanya.

Avila bercerita bahwa dia merasa hancur selama dua pekan semenjak dipecat. Saking depresinya, dirinya menceritakan sempat menolak makan dan menangis setiap malam.

Namun, seiring berjalannya waktu, Avila berusaha bangkit dan belajar untuk menerimanya, lalu memutar otak agar bisa menyambung hidup.

Hingga suatu hari, dia bersama pacarnya memutuskan untuk berjualan gas LPG.

Ia pun beralih pekerjaan menjadi seorang penjual gas LPG. Avila merasa kembali menemukan semangat hidupnya kembali.

“Tidak ada salahnya kehilangan pekerjaan. Kepada mereka yang juga kehilangan pekerjaan karena pandemi, jangan putus asa,” sambung Avila.

Kini, Avila merasa bersyukur dan meyakini akan adanya takdir Tuhan.

“Saya menyadari dalam satu setengah bulan (menganggur) bahwa apa pun yang kita inginkan dalam hidup, jika itu bukan rencana Tuhan, Dia akan mengambilnya dari Anda,” ujar Avila.

“Kecerdasan dan pengorbanan akan memberi makan Anda dan keluarga Anda, bukan opini orang lain,” ungkap Avila.

Ia pun kini mengajak rekan-rekan pramugarinya yang masih berharap bisa kembali bekerja agar tidak pernah putus asa.

“Mari kita bertemu lagi. Mari bermimpi bersama lagi, terbang bersama lagi. Selalu ada harapan dan selalu ingat bahwa ada cahaya di ujung terowongan,” kata Avila. (*)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *