Yena Iskandar Ma’soem Contohkan Tanam Pohon untuk Atasi Bertahap Kerusakan Alam di Kabupaten Bandung

  • Whatsapp
Calon Bupati Bandung, Yena Iskandar Ma'soem berfoto bersama para peiat kelestarian alam dari FKPA Kabupaten Bandung di Situ Cisanti. (Istimewa)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Sungai Citarum yang berhulu di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung punya reputasi buruk sebagai sungai terkotor di dunia. Selain pencemaran dengan limbah industri dan rumah tangga, kondisi alam yang mulai berubah di kawasan hulu sungai juga berpengaruh terhadap kotornya sungai itu.

Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2020 yang jatuh pada bulan November menjadi momentum pas untuk Yena Iskandar Ma’soem, Calon Bupati Bandung untuk melakukan penanaman pohon di Cisanti.

Read More

Cisanti sendiri merupakan danau buatan yang menampung air dari tujuh mata air di lembahan gunung Wayang Windu. Dari tempat inilah air mengalir menyusuri Citarum membelah Bandung seperti Seine membelah Paris.

“Seperti yang kita ketahui belakangan ini sering timbul masalah sebagai dampak dari terjadinya kerusakan alam dan ketidakseimbangan ekosistem, fungsi sungai yang dulu mengalirkan air untuk menghidupi lingkungan di sekitarnya kini lebih sering menjadi penyebab bencana.

Sebabnya, pada Minggu (29 November) saya bersama teman-teman Forum Komunikasi Pecinta Alam Kabupaten Bandung melakukan penanaman pohon di Kawasan Situ Cisanti yang merupakan titik nol kilometer Sungai Citarum,” kata Yena Iskandar Ma’soem kepada Notif dalam siaran tertulis yang diterima Senin, 30 November 2020.

Bukan hanya karena alasan peduli kesetimbangan alam, Yena mengatakan penanaman pohon itu juga sebagai wujud rasa terima kasih kepada alam semesta yang telah banyak memberi manfaat kepada manusia.

Yena mengatakan, dia sudah merancang banyak proigram yang berkaitan dengan penghijauan. Harapannya, program itu jika dijalankan dapat mengurangi secara bertahap kerusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Bandung.

“Saya juga ingin mengajak semua orang, khususnya warga Kabupaten Bandung untuk menjaga dan melestarikan alam Kabupaten Bandung meski dengan tindakan sederhana namun ini pasti bermanfaat. Jika bukan kita, siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi? Yang harus kita wariskan kepada generasi penerus adalah mata air bukan air mata,” katanya. (put/mrb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *