Usut Aksi Terorisme di Sigi, Polisi Kerahkan Satgas Tinombala

  • Whatsapp
Ilustrasi Densus 88 anti teror. (Foto: net)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, SIGI – Satuan Tugas (Satgas) Tinombala telah dikerahkan untuk mengusut kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Lemban Tongoa (Lembantongoa), Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada 27 November 2020 lalu.

Dalam aksi teror tersebut, dilaporkan empat orang dalam satu keluarga tewas dianiaya oleh orang tak dikenal, hingga korban ada yang dibakar hingga kepala ditebas.

Read More

Tak hanya itu, para pelaku juga membakar enam rumah warga dan satu rumah tempat pelayanan umat.

Keterlibatan kelompok teroris MIT sebelumnya diungkap Kapolda Sulteng, Irjen Abd Rakhman Baso.

Dikutip dari Detik.com, Irjen Rakhman Baso mengatakan, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terlibat dalam pembunuhan sadis itu. Keterlibatan MIT didasari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Jadi dari hasil olah TKP serta keterangan saksi bahwa aksi sadis yang menyebabkan empat orang warga Kecamatan Palolo tewas dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata MIT,” ungkapnya.

Pihak kepolisian kini telah menginterogasi lima orang saksi. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah sekitar sepuluh orang.

Sebanyak tiga orang di antaranya membawa senjata api (senpi). Awi mengatakan, menurut keterangan saksi, diketahui ada tiga pelaku yang merupakan bagian dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kelompok Ali Kalora.

“Ada lima saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang-lebih 10 OTK, 3 orang bawa senpi (laras panjang 1 dan 2 senpi genggam). Saksi setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, meyakini bahwa identitas 3 orang OTK tersebut adalah teroris pok Ali Ahmad @Ali Kalora dan kawan-kawan,” ujar Awi.

Di lain tempat, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono, melalui keterangan tertulis pada Senin, 30 November 2020. Mengimbau agar warga sekitar untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang karena TNI-Polri akan ikut patroli dan akan bersama-sama dengan masyarakat. Silakan melaksanakan kegiatan seperti biasa. TNI dan Polri akan membantu dan memberikan rasa aman di sana,” katanya.

Argo pun menjelaskan, hingga saat ini kepolisian tengah menyelidiki kasus tersebut. Dia berharap, aksi teror tak terulang kembali, khususnya jelang Pilkada 2020.

“Saat ini penyidik dan Densus 88 sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan. Harapannya semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini mengingat sebentar lagi juga akan dilaksanakan Pilkada,” kata Argo. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *