Penjualan Jeblok di 2020, Matahari Department Store Ungkap Akan Tutup 6 Gerainya

  • Whatsapp
Gerai Matahari Department Store. (Foto: net)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BISNIS – Menjelang akhir tahun 2020, perusahaan retail terbesar se-nasional, PT Matahari Department Store Tbk dipastikan akan tutup sejumlah gerainya di sejumlah lokasi.

Dilansir dari Tempo.co, menurut laporan Bursa Efek Indonesia pada Sabtu, 28 November 2020, dikatakan bahwa perusahaan dengan kode saham LPPF ini menyebutkan perencanaannya untuk menutup 6 outletnya.

Read More

Disebutkan rinciannya sebanyak 4 gerai berada di Pulau Jawa, 1 di wilayah Bali, dan 1 di Pulau Sulawesi.

“Dengan demikian, jumlah outlet kami yang akan beroperasi pada akhir 2020 nanti adalah sebanyak 147 dari sebelumnya 153,” demikian pernyataan manajemen.

Perusahaan juga memastikan pihaknya tidak akan membuka outlet-outlet baru pada kuartal IV tahun 2020 dan kuartal I tahun 2021 mendatang.

Matahari Department Store menjelaskan, dari 147 outlet yang beroperasi, 23 di antaranya dimasukkan dalam daftar pengawasan guna mengkaji kinerja dan profitabilitas. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan performa outlet-outlet tersebut.

Perusahaan juga akan terus berkomunikasi dengan pengelola pusat perbelanjaan atau pemilik lahan guna mendapatkan biaya sewa yang lebih rendah.

Sebelumnya, CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Department Store Tbk Terry O’Connor mengatakan, bahwa pihaknya tak memiliki rencana untuk untuk melakukan penutupan gerai Matahari.

“Untuk 2021 kami belum ada rencana untuk menutup gerai. Masih dikaji sesuai dengan kondisi pasar,” ujar O’Connor, dalam paparan publik perusahaan secara daring, pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Namun, per kuartal III tahun 2020, penjualan Matahari Department Store jeblok hingga 57,6 persen pada periode sembilan bulan 2020. Perseroan juga telah menutup tujuh gerai berformat besar dan menutup seluruh gerai khusus.

Dilaporkan, kini pendapatan kotor Matahari Department Store mencapai Rp 5,9 triliun pada periode Januari-September 2020, turun 57,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan bersih juga turun 57,5 persen menjadi Rp 3,3 triliun. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *