Kampung Dahsyat, Kampung Siaga Covid-19 yang Akan Dibuat Yena Ma’soem Jika Jadi Bupati Bandung

  • Whatsapp
Tangkapan layar Yena-Atep saat debat publik ketiga yag disiarkan secara streaming di chanel YouTube Kompas TV Jawa Barat.(ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Sebagai seorang apoteker, Yena Iskandar Ma’soem selalu berusaha bagaimana caranya untuk melindungi masyarakat Kabupaten Bandung dari ancaman Covid-19. Sejak kehadiran Covid-19 di Wuhan China, Yena bahkan sudah memberikan perlindungan kepada para karyawannya dengan pemberian vitamin C.

Hal itu diungkapkan saat Yena menjawab pertanyaan di debat publik ketiga terkait langkah dan strategi agar masyarakat tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan. Sebab masyarakat sudah mulai kendur menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Read More

“Saya dan teman-teman sejawat selalu berikan edukasi, baik di sarana kesehatan maupun di tempat publik mengenai protokol kesehatan ini,” ujar Yena dalam debat publik yang disiarkan secara streaming di channel YouTube Kompas TV Jawa Barat, Sabtu 28 November 2020.

Menurut dia, rata-rata masa pendidikan di Kabupaten Bandung berkisar 8,8 tahun. Rendahnya tingkat pendidikan tersebut membuat masyarakat kurang memahami protokol kesehatan itu. Untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan, nantinya Yena akan memberikn edukasi secara masif dengan melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK dan Posyandu, hingga komunitas.

“Penanganan Covid-19 ini memnag harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu,” ucap dia.

Jika jadi Bupati Bandung, Yena dan pendampinya Atep akan membuat kampung siaga Covid-19. Nantinya kampung tersebut akan dinamai Kampung Dahsyat.

Di kampung itu, Yena mengatakan akan menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam penanganan Covid-19. “Semua elemen masyarakat dilibatkan. Dari kepala desa, kader PKK dan Posyandu, masyarakatnya sendiri, hingga tokoh agama dan masyarakat,” kata dia.

Yena mengingatkan agar tidak menganggap remeh penyakit ini. Sebab, penyakit ini bukan hanya mengancam kesehatan saja. Namun juga mengancam kehidupan sosial dan ekononomi. Maka dari itu ia akan terus mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan.

“Karena pada dasarnya saya sering berdiskusi dengan masyarakat. Masih menjadi diskusi jika Covid-19 ada dan tiada. Padahal sudah jelas sekali. Covid-19 itu ada, bukan hanya mengancam kesehatan tapi kehidupan sosial dan ekonomi, ucapnya.(put/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *