Tengok yuk, Keistimewaan Monumen Perjuangan Kota Bandung

  • Whatsapp
Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Kota Bandung. (Foto: boy/Notif.id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG – Berlibur ke Kota Bandung rasanya tak lengkap jika tidak mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat atau dikenal juga sebagai Monju.

Bangunan yang berdiri megah ini berlokasi di kawasan Dipati Ukur. Kota Bandung, Jawa Barat. Bangunan ini memiliki Museum bawah tanah dengan banyak sekali peninggalan sejarah didalamnya.

Read More

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) yang berdiri megah ini dibangun dengan landasan kemerdekaan. Untuk monumennya, memiliki ketinggian 17 meter, dengan diameter 45 meter. Kemudian terdapat 8 anak tangga. Angka-angka tersebut sama dengan hari bersejarah kemerdekaan, yakni 17-8-1945.

Pemandu senior Museum Monpera Jawa Barat, Joni Kalimanjaya mengatakan, Monpera mulai resmi dibuka dan digunakan pada 23 Agustus 1995, dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana.

Menurutnya, model bangunannya berbentuk bambu runcing yang dipadukan dengan gaya modern, dan
monumen ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 72.040 meter persegi dengan total luas bangunan sekitar 2.143 meter persegi

“Bagian atas monumen bentuknya bambu runcing. Nah itu filosofinya dengan bambu runcing rakyat bisa merebut, mempertahankan, dan melanjutkan perjuangan,” ucap Joni Kalimanjaya kepada Notif di Bandung, pada Jumat, 27 November 2020.

Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Kota Bandung. (Foto: boy/Notif.id)

Dikatakan Joni, lokasi Monpera ini sangat strategis. Sebab, kata dia, berada tepat di depan Gedung Sate yang merupakan Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya monumen saja, lanjut Joni, dibawahnya terdapat museum bersejarah yang memiliki banyak sekali peninggalan, di antaranya adalah artefak, senjata-senjata tradisional, peralatan rumah tangga tempo dulu, beragam pakaian perang, replika, miniatur hingga diorama kisah perjuangan, dan ruangan auditorium yang memutar film-film dokumenter kisah perjuangan para pahlawan perang.

“Pada bagian dalam museum, kita ada diorama-diorama sejarah Jawa Barat. Mulai dari ditemukannya manusia Sunda di gua Pawon, peristiwa Bandung Lautan Api, peristiwa Bojongkokosan hingga perlawanan Pangeran Kusumadinata XI, bupati Sumedang tahun 1791-1828 atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Kornel, terhadap Herman Willem Daendels, Gubernur Jendral Hindia Belanda,” ucapnya.

Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Kota Bandung. (Foto: boy/Notif.id)

Selain itu, lanjut Joni, pada bagian dinding monumen, terdapat relief yang menceritakan sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat, mulai dari masa kerajaan, masa pergerakan, masa kemerdekaan, dan masa mempertahankan kemerdekaan dalam melawan penjajahan baik Belanda, Inggris dan Jepang.

Kemudian, tambah dia, dinding museum, terpajang deretan foto-foto Gubernur Jawa Barat dari masa ke masa.

“Keberadaan museum perjuangan ini, tentu sangat bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat khususnya di jawa barat, karena di dalamnya banyak sekali informasi sejarah yang tak banyak orang tahu,” ujarnya.

Joni menuturkan, adanya museum bawah tanah ini, mampu memberikan nilai edukasi yang tinggi bagi masyarakat yang haus akan sejarah perjuangan.

“Siapapun bisa berkunjung ke monpera ini tanpa dipungut biaya sama sekali. Kami sangat menantikan warga masyarakat khususnya generasi muda untuk mengunjungi Monpera,” tuturnya.

Ia mangatakan, selain dapat mengetahui sejarah Kota Bandung dari masa ke masa, juga dapat mengetahui gambaran perjuangan dan kerja keras para tokoh dan masyarakat Jawa Barat, dalam memperjuangkan kemerdakaan.

Menurut dia, siapapun boleh datang berkunjung ke monumen perjuangan rakyat Jawa Barat ini.
“Silahkahkan datang kesini, tanpa dipungut biaya sama sekali,” katanya. (boy/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *