Anjing-anjing Gila Meneror Warga di Bandung Barat, 8 Orang Korban Digigit

  • Whatsapp
Ilustrasi digigit anjing goila pembawa virus rabies. (Bantennews,id)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, BANDUNG BARAT – Sudah delapam warga di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Labupaten Bandung Barat yang terlaporkan digigit anjing gila. Teror anjing gila merebak lagi di Cibenda.

Kedelapan warga tersebut mengalami kejadian nahas dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Read More

Kepala Desa Cibenda, Abdul Rohman mengatakan korban gigitan anjing yang kejadiannya dilaporkan ke desa itu mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Serangan anjing itu tiba-tiba, dan yang diserang adalah warga yang sedang beraktivitas. Akibatnya, gigitan itu membuat luka robek,” kata Abdul dalam sambungan telepon kepada Notif, Selasa 25 November 2020.

Anjing-anjing di Desa itu biasanya tidak menyerang warga. Anjing-anjing itu biasa dipakai sebagai teman untuk pergi berkebun. Para warga yang notabene adalah petani biasa menerapkan buddy system dengan anjing jika mesti pergi ke perkebunan yang jauh dari perkampungan.

Namun, kini, anjing-anjing menjadi galak. Bahkan kepada tuannya sendiri. Anjing kampung semakin sensitif pada warga yang beraktivitas di sekitar mereka.

Semenjak kejadian ini, Abdul mengimbau warga untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah, Imbauan diutarakan terutama kepada anak-anak di bawah umur.

“Warga juga bisa melaksanakan patroli untuk berjaga-jaga,” kata Abdul.

Kepala Bidang Kesehatan dan Pengendalian Hewan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan perubahan perilaku anjing kampung itu disebabkan karena anjing itu diduga terpapar rabies.

Anjing kampung yang terpapar rabies berubah perilaku menjadi mudah menyerang. Perilaku mudah menyerang pada anjing gila ini lantaran mereka merasa terancam atas aktivitas warga.

“Biasanya mengigit manusia karena anjingnya gila. Dia hanya mempertahankan diri, jadi duluan menggigit.” papar Wiwin.

Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, anjing-anjing kampung yang menyerang warga itu merupakan anjing peliharaan warga setempat yang dilepasliarkan. Sehingga, anjing kampung itu bisa saja terpapar virus rabies dari mana saja.

Terlebih, KBB memiliki wilayah hutan yang kurang terpantau dan berbatasan dengan Cianjur dan Sukabumi yang endemis rabies.

Wiwin mengatakan, yang perlu diwaspadai dari anjing gila pembawa rabies adalah air lirunya, yang jika masuk ke tubuh manusia bisa menyebabkan orang tersebut meninggal dunia. Apalagi, korban gigitan yang dilaporkan di Desa Cibenda ada yang mengalami gigitan di tengkuk, lmulut, paha, dan lengan,

“Kalau sudah begitu, kami segera berikan Serum Anti Rabies (SAR),” katanya, menandaskan. (bgs/mrb)

Editor: Dian Nugraha

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *