TNI Tak Akan Biarkan Terorisme Menghantui dan Mengancam Kehidupan Masyarakat

  • Whatsapp
Mayjen TNI Richard Tampubolon.(ist)
Perkiraan waktu baca: 2 menit

NOTIF.ID, JAKARTA – Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon menyebutkan, TNI sebagai komponen pertahanan negara, tidak akan membiarkan terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat.

Mantan Wakil Danjen Kopassus ini menilai bahwa terorisme tidak hanya menjadi ancaman bagi Indonesia saja, akan tetapi menjadi ancaman global, terbukti tidak saja menimbulkan korban jiwa yang cukup besar.

Read More

“Terorisme juga menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan bagi masyarakat, serta menimbulkan dampak negatif yang cukup luas terhadap berbagai aspek kehidupan,” tutur Richard TH. Tampubolon saat memimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Penanggulangan Anti-Teror (Latgultor) Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti dikutip dari Antara, Senin 23 November 2020

Kendati demikian, Richard mengatakan, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya cegah dan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi terorisme.

Menurut Richard, latar belakang diselenggarakan latihan penanggulangan teror aksi khusus dalam rangka pengamanan VVIP TA 2020 adalah sebagai implementasi strategis untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teror terhadap para Pejabat VVIP, seperti Presiden dan Wakil Presiden RI serta tamu VVIP setingkat Kepala Negara atau Presiden dan Wakil Presiden negara sahabat sebagai wujud menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI.

“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas TNI, menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI untuk melaksanakan operasi penanggulangan terorisme, dan dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi dan juga untuk memberi rasa tenang, aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Richard.

Ditambahkan Richard, aksi terorisme adalah “act of war” (bentuk perang). Sehingga, lanjut Richard, TNI harus siap mulai dari penangkalan, penindakan, sampai dengan pemulihan.

“Terorisme adalah salah satu hideouse crime (kejahatan yang mengerikan), hal ini bisa terjadi setiap saat termasuk pada situasi pandemi Covid-19,” katanya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *