Buntut Aksi Vandalisme Bertuliskan PKI di Spanduk Kader PDIP, Tim Hukum Yena-Atep Melapor ke Bawaslu

  • Whatsapp
Tim Hukum Yena-Atep melapor ke Bawaslu terkait adanya aksi perusakan dan vandalisme ke spanduk kader PDIP, Kamis 19 November 2020.
Perkiraan waktu baca: 3 menit

NOTIF.ID, KABUPATEN BANDUNG – Buntut aksi perusakan dan vandalisme oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di spanduk kader PDI Perjuangan dengan coretan PKI, Tim Hukum pasangan calon nomor urut 2 Yena Iskandar Ma’soem-Atep (Dahsyat) dan Badan Bantuan Hukum PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, resmi menyampaikan laporan kepada Bawaslu Kabupaten Bandung, Kamis 19 November 2020.

Rian Irawan selaku Kepala Badan Bantuan Hukum PDI Perjuangan Kabupaten Bandung yang juga anggota Tim Hukum Paslon Dahsyat menuturkan, aksi perusakan dan vandalisme tersebut sudah merugikan nama baik paslon Dahsyat dan juga merendahkan harkat dan marwah PDI Perjuangan.

Read More

“Maka dari itu melaporkan terkait perusakan APK dan pencemaran nama baik terhadap Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPC PDI PerjuaanganKabupaten Bandung, Chrysencia Gita Sylviana, yang fotonya dalam APK tersebut dicoreti dengan tulisan ‘PKI’,” kata Rian, seusai membuat laporan.

Menurut Rian, PKI atau Partai Komunis Indonesia adalah organisasi yang dilarang di Indonesia. Dengan aksi vandalisme coretan PKI di spanduk tersebut, tentu sudah merupakan bentuk fitnah terhadap Gita dan PDI Perjuangan sebagai partai politik yang sah dan diakui di Indonesia.

“Ini menampar kita semua, ini penghinaan dan fitnah yang keji dan tanpa dasar. Padahal PDI Perjuangan sebagai parpol yang formal dan jelas dalam hierarki perundang-undangan,” kata Rian.

Menurut Rian, hal itu jelas mengusik martabat partai, terlepas dari adanya pilkada atau tidak di Kabupaten Bandung. Rian menambahkan, APK paslon Dahsyat lengkap dengan lambang PDI Perjuangan dan foto Gita, merupakan yang berukuran paling besar.

Namun ia melansir bahwa total APK yang dirusak dan dicoreti tulisan PKI yang sudah berhasil ditemukan mencapai 5 buah spanduk yang semuanya dipasang di kawasan Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang.

“Kmai juga masih terus menelusuri kemungkinan adanya APK yang dirusak dengan cara serupa dengan sementara fokus di Kecamatan Bojongsoang. Bukan tidak mungkin kami akan terus telusuri di kecamatan lain. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini  ke Polsek Bojongsoang,” kata Rian.

“Kita sudah melaporkan ke polsek dan sudah diterima. Namun karena memang saat ini ada kaitannya dengan pilkada, polsek pun menyarankan kami untuk lapor juga ke panwas dan Bawaslu,” tutur Rian.

Menerima laporan dari Rian dkk, Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bandung Komarudin mengatakan, pihaknya telah menampung dan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Namun Komarudin menegaskan bahwa pihaknya harus mempertimbangkan lebih dulu kajian formil-materil dari laporan tersebut mulai dari siapa pelapor, siapa terlapor, apa tindakannya dan faktanya seperti apa.

“Tadi baru kita terima dan akan lakukan kajian awal selama dua hari ke depan, lalu kami akan sampaikan apa saja yang harus dilengkapi oleh pelapor untuk segera dilanjutkan dengan registrasi,” kata Komarudin.

Untuk kasus ini, Komarudin mengaku Bawaslu akan menemui kesulitan karena terlapornya yang belum jelas identitasnya, sekalipun tindakannya sudah jelas salah dan bahkan terindikasi mengarah ke pidana umum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Harjoko Sangganagara menyayangkan adanya tindakan vandalisme di spanduk Wakil Ketua Bidang Perekonomian PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bandung Chrysencia Gita Sylviana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Spanduk yang dicorat-coret dengan tulisan PKI dengan cat semprot itu terpasang di Jalan RW 05 Desa Cipagalo Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tak Hanya dicorat-coret, spanduk tersebut juga turut dirusak.

Menurut Harjoko, aksi vandalisme tersebut baru diketahui pada Selasa 17 November 2020, oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang PDIP Bojongsoang dan Ketua Ranting Cipagalo. Aksi tersebut dinilai dirinya sebagai fitnah keji dan menodai marwah demokrasi.

Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Pengurus DPC PDIP Kabupaten Bandung, yang segera memerintahkan Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Harjoko Sangganegara mengutuk kejadian perusakan spanduk tersebut. Meski paham pembusukan karakter rival akan dilakukan saat Pilkada seperti ini, cara kotor itu menurutnya adalah kejahatan demokrasi yang tidak bisa ditolerir.

“Kami harus menjaga situasi politik daerah yang sudah baik ini. Jangan ada yang coba-coba memancing kekisruhan. Pasangan Yena-Atep dan partai pendukungnya akan mengawal agar pilkada berjalan aman lancar dan sehat hingga Yena-Atep terpilih di tanggal 9 Desember 2020,” ucap Harjoko, via pesan singkat, Rabu 18 November 2020.(put/ell)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *